Insiden Tendangan Kungfu Kembali Terjadi, Asprov PSSI DIY Desak Ada Sanksi ke Pemain dan Wasit

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:11 WIB
TUNGGU HASIL: Tendangan kungfu dalam pertandingan Piala Soeratin U-13 yang melibatkan SSB Baturetno vs Mataram Utama (MU) di Lapang Dwi Windu, Bantul, Kamis (20/8/2026) sore. (Foto: Istimewa)
TUNGGU HASIL: Tendangan kungfu dalam pertandingan Piala Soeratin U-13 yang melibatkan SSB Baturetno vs Mataram Utama (MU) di Lapang Dwi Windu, Bantul, Kamis (20/8/2026) sore. (Foto: Istimewa)

BANTUL - Insiden tendangan kungfu kembali menggemparkan jagat sepak bola DIY. Kali ini, peristiwa kasar itu terjadi dalam pertandingan Piala Soeratin U-13 yang melibatkan SSB Baturetno vs Mataram Utama (MU) di Lapangan Dwi Windu, Bantul, Kamis (20/8/2026) sore.

Dalam sebuah video yang beredar saat situasi di lapangan, pemain Baturetno menjadi korban tendangan dengan kaki terangkat tinggi ke arah bagian kepala. Insiden terjadi ketika perebutan bola tidak berada tepat di antara kedua pemain.

Yang menjadi perhatian, pemain yang melakukan pelanggaran hanya mendapatkan kartu kuning dari wasit. Sementara pemain Baturetno yang menjadi korban harus mendapatkan pemeriksaan medis dan saat ini masih berada di JIH untuk menjalani CT Scan bagian kepala.

Baca Juga: Masuk Pidana Berat, Polda DIY Nilai Korupsi TKD Condongcatur Bisa Pidana tanpa Sanksi Administratif

Menanggapi hal itu, Pembina SSB Baturetno Sarjoko langsung angkat bicara. Menurutnya, dalam situasi itu seharusnya wasit langsung menghukum pemain MU dengan kartu merah.

"Karena tidak memberikan kartu merah, nanti dari Baturetno akan melayangkan surat kepada Asprov PSSI DIY, khususnya bidang perwasitan dan pengawas pertandingan," katanya, Jumat (21/8/2026).

Selain itu, Sarjoko juga meminta agar pemain MU itu mendapatkan sanksi berupa tidak bisa mengikuti main sepak bola di wilayah DIY beberapa tahun. 

Lalu, lanjut Sarjoko, pihak SSB Baturetno juga ingin wasit yang memimpin pertandingan dihukum tidak memimpin selama satu tahun atau dua tahun, sesuai tingkatan dari Asprov PSSI DIY.

"Si pemain juga harus minta maaf dan juga harus menerima hukuman tidak bisa mengikuti main atau kompetisi selama nanti sesuai keputusannya. Karena itu sangat merugikan dan itu tidak mendidik. Juga dia tidak sportif," tegasnya.

Baca Juga: Masyarakat Diajak Lihat Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 281 Meter lewat IDME 2026

Sementara, Sekretaris Umum Asprov PSSI DIY Wendy Umar mengatakan, setelah insiden itu terjadi pihaknya langsung berusaha mencari dokumen lampiran-lampiran berkaitan kejadian itu, baik dokumentasi foto, video, laporan pengawas pertandingan, dan informasi-informasi lain dari pelatih Baturretno.

Setelah semua bukti dan lampiran sudah dikumpulkan, pihak Asprov PSSI DIY langsung mengadakan sidang Komdis. "Kita tidak berhenti di situ. Dari tadi malam kita aktif komunikasi dengan pelatih Baturretno untuk menanyakan kondisi dari pemain," jelasnya. 

Wendy mengungkapkan, setelah dilakukan pengecekan kronologi, setelah menit ke-66 kejadian benturan, pemain dari Baturretno masih bisa melanjutkan pertandingan sampai selesai. Tapi, kebetulan saat perjalanan pulang, sang pemain merasakan pusing dan mual. Lalu langsung dilarikan ke Rumah Sakit JIH.

"Mereka melakukan CT Scan berkaitan dengan gejala yang dialami. Terus hasil CT Scan hari ini sudah keluar, hasilnya baik. Namun sang pemain masih harus menjalani observasi satu hari ke depan ini," bebernya.

Baca Juga: Tagih Kelanjutan Kasus Kades Junarsih, Warga Wonogiri Kembali Datangi Kejari Magelang

Oleh karena itu, setelah kejadian ini Asprov PSSI DIY langsung komunikasi kepada pihak keluarga yang bersangkutan untuk memberikan support moril, pendampingan, dan juga menyampaikan rasa penyesalan atas kejadian kemarin. Juga berjanji ke depan hal seperti itu tidak terjadi lagi.

 "Kami masih menunggu sidang Komite Disiplin berkaitan dengan hasilnya. Mudah-mudahan hasilnya yang terbaik, karena kita ketahui PSSI DIY juga pernah mengeluarkan hukuman atau sanksi kepada salah satu pemain di Liga 4 berkaitan dengan kejadian serupa," tandasnya. (ayu/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Mataram Utama (MU) Lapangan Dwi Windu Piala Soeratin U-13 SSB Baturetno tendangan kungfu