JOGJA - PSIM Jogja ternyata tidak menjalani persiapan menghadapi kompetisi BRI Super League 2026/2027 secara bertahap tanpa gambaran jangka panjang. Manajemen bersama tim kepelatihan telah menyiapkan blueprint atau cetak biru program hingga pertengahan musim.
Hal itu disampaikan Manajer PSIM Jogja Iksan Mahar saat menjelaskan pola perencanaan tim menghadapi musim 2026/2027.
Menurutnya, meski situasi di lapangan bisa memaksa adanya perubahan, kerangka utama program sudah disusun sejak jauh hari. Sebenarnya blueprint-nya kita sampai pertengahan musim nanti. Itu sudah ada," kata Iksan, Kamis (20/8).
Menurutnya, perencanaan itu mencakup berbagai kebutuhan tim, termasuk program pramusim, lawan yang dihadapi dalam pertandingan uji coba, fokus program dan jadwal latihan, hingga lokasi latihan.
Baca Juga: Jelang Musim Baru, PSIM Jogja Bekali Para Pemain dengan Pemahaman Laws of the Game
Sebagai catatan, PSIM sejauh ini telah menjalani empat pertandingan pada periode pramusim. Masih ada tiga agenda pertandingan pramusim yang akan dijalani sebelum kompetisi resmi dimulai, termasuk agenda team launching sekaligus peluncuran jersey baru pada 29 Agustus di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul.
Iksan menjelaskan, rangkaian tersebut bukan disusun secara mendadak. Pembahasan mengenai program pramusim bahkan telah dilakukan sejak awal Juli lalu. "Misal pramusim ini, dari awal Juli kita sudah tahu pramusim seperti apa programnya. Mau hadapi berapa tim, itu dari awal sudah kita susun. Dari awal bulan Juli kita mulai susun," ujarnya.
Tidak hanya menentukan jumlah lawan, PSIM juga telah memetakan program latihan dan lokasi yang digunakan sepanjang periode persiapan. "Sudah seperti apa lawannya, program latihannya apa saja, latihannya pun di mana saja, itu sudah jelas semua," tambah Iksan.
Perencanaan itu menjadi bagian dari upaya PSIM untuk mempersiapkan tim dalam rentang waktu yang lebih panjang. Dengan demikian, agenda pramusim tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar hasil pertandingan uji coba, tetapi menjadi bagian dari persiapan menuju kompetisi dan perkembangan tim sepanjang musim.
"Jadi memang sudah disusun benar-benar. Secara perencanaan memang kita coba benar-benar berpikirnya sudah jarak menengah dan jauh. Hitungannya sudah semusim," tegasnya.
Baca Juga: Van Gastel Siap Buka Jalan bagi Talenta Muda PSIM Jogja ke Tim Senior: Ada Masa Depan untuk Mereka
Meski demikian, Iksan menyadari kondisi kompetisi tidak selalu berjalan sesuai rencana. Karena itu, blueprint yang telah dibuat tetap harus memiliki ruang untuk penyesuaian dan adaptasi apabila muncul situasi baru di luar rencana. "Jadi ketika ada sedikit perubahan, ya bisa segera beradaptasi, tapi core-nya tetap dengan rencana awal," kata Iksan.
PSIM sendiri kini memasuki fase akhir pramusim sebelum menatap kompetisi resmi. BRI Super League 2026/2027 dijadwalkan mulai bergulir pada 4 September mendatang. Sehari berselang, tepatnya 5 September, Laskar Mataram akan memainkan laga perdana menghadapi Persita Tangerang.
Dengan demikian, rangkaian tiga pertandingan pramusim tersisa menjadi kesempatan terakhir bagi tim besutan Jean Paul Van Gastel untuk mematangkan kesiapan sebelum kompetisi resmi dimulai. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja