JOGJA - PSIM Jogja terus mematangkan persiapan jelang menghadapi kompetisi BRI Super League musim 2026/2027. Tidak hanya melalui latihan dan uji coba, pemahaman pemain terhadap regulasi pertandingan juga menjadi perhatian, terutama menyusul sejumlah penyesuaian dalam laws of the game (LOTG).
Hal tersebut dilakukan melalui sesi sosialisasi LOTG yang diikuti tim utama PSIM Jogja di Wisma PSIM Jogja, Kamis (20/8). Agenda pemaparan itu menghadirkan penilai wasit Fariq Hitaba sebagai pemateri.
Fariq menjelaskan, sosialisasi diperlukan agar pemain tidak baru mengetahui perubahan aturan ketika sudah berada di tengah pertandingan kompetitif.
Menurutnya, pemahaman terhadap regulasi dapat membantu pemain mengambil keputusan secara tepat sekaligus mencegah tim dirugikan akibat pelanggaran yang sebenarnya bisa dihindari.
"Kalau kita tidak memberikan edukasi dan sosialisasi, mereka akan kaget dan bingung dalam kompetisi mendatang," ujar Fariq.
Baca Juga: Van Gastel Siap Buka Jalan bagi Talenta Muda PSIM Jogja ke Tim Senior: Ada Masa Depan untuk Mereka
Materi yang diberikan tidak hanya membahas perubahan aturan secara umum. Pemain juga diajak memahami situasi-situasi yang berpotensi terjadi dalam pertandingan, termasuk batas kontak fisik, kategori pelanggaran, hingga konsekuensi dari tindakan yang berujung pada hukuman kartu.
"Padahal, ini bagian penting yang wajib dipahami oleh seluruh pemain agar perkembangan sepak bola kita berjalan baik, tidak hanya dari sisi perwasitan," tambahnya
Pemahaman itu dinilai penting karena keputusan pemain di lapangan tidak bisa dilepaskan dari regulasi yang berlaku. Terlebih, kesalahan dalam membaca situasi dapat berdampak langsung terhadap strategi yang telah disiapkan tim. “Pemain harus memahami kategori tindakan yang diperbolehkan dan yang termasuk pelanggaran,” ucap Fariq.
Salah satu hal yang turut menjadi perhatian adalah prosedur penanganan pemain yang mengalami cedera. Fariq mengingatkan adanya ketentuan yang perlu dipahami pemain, termasuk konsekuensi ketika wasit menghentikan pertandingan karena dugaan cedera.
"Semoga melalui sosialisasi ini mereka makin paham sehingga dapat bermain optimal sesuai taktik tanpa merugikan tim," lanjutnya.
Baca Juga: Marvin Loría Lihat Cuplikan Pertandingan PSIM Jogja sebelum ke Indonesia
Sosialisasi tersebut mengacu pada regulasi resmi FIFA yang sebelumnya telah diuji coba dalam sejumlah pertandingan, termasuk pada Piala Dunia 2026. Bagi PSIM, pemahaman terhadap aturan itu menjadi bagian dari persiapan sebelum memasuki kompetisi musim 2026/27.
"Berdasar aturan terbaru, jika pemain berpura-pura cedera dan wasit menghentikan pertandingan, pemain harus keluar dari lapangan selama satu menit. Jika tidak diedukasi sejak awal, hal ini jelas merugikan taktik tim," tegasnya.
Beberapa poin yang bersentuhan langsung dengan permainan pemain juga kembali ditekankan. Mulai dari prosedur pergantian pemain, lemparan ke dalam, tendangan gawang, hingga penanganan pemain cedera.
"Untuk musim ini, poin-poin utama yang bersentuhan langsung dengan pemain meliputi prosedur pergantian pemain, lemparan ke dalam, tendangan gawang, serta penanganan pemain cedera," tandas Fariq. (iza/laz)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja