BANYUWANGI - Di tengah gelapnya malam dan panas terik siang yang menyengat, satu nama kembali mencuri perhatian dunia ultra-cycling Indonesia.
Zidan Attala Nouval Hidayat, putra Gedangan, Sidoarjo, berhasil menorehkan sejarah baru di Bentang Jawa 2026.
Ia menjadi finisher pertama setelah menuntaskan jarak sekitar 1.500 kilometer dari Carita, Banten, hingga Banyuwangi, Jawa Timur, dengan catatan waktu mengagumkan: 3 hari 9 jam 43 menit.
Bayangkan saja, rute yang dilalui bukan sekadar jalan aspal biasa.
Bentang Jawa merupakan balap sepeda ultra-cycling tanpa dukungan (unsupported) yang menguji batas ketahanan tubuh dan mental.
Baca Juga: Satu Dekade Membawa Muka Literasi, Big Bad Wolf Kembali Pulang ke Jogja
Peserta harus melewati pantai selatan, pegunungan, hutan, serta jalur gravel yang penuh tantangan.
Total elevasi mencapai ribuan meter, seolah mendaki gunung tinggi berkali-kali.
Namun Zidan mampu menaklukkannya dengan fokus dan semangat yang luar biasa.
Prestasi ini semakin istimewa karena menambah deretan capaian gemilang sang cyclist.
Sebelumnya, di Bentang Jawa 2024 ia finis kedua, lalu keempat pada 2025.
Sementara di ajang East Java Journey, Zidan sudah meraih gelar juara tiga kali beruntun (2024, 2025, dan 2026).
Ia bahkan sempat dijuluki “Sarjana S3 Ultra” karena konsistensinya di level tertinggi.
Perjuangan Zidan bukan hanya soal kecepatan.
Ia harus mengatur waktu istirahat seminimal mungkin, menjaga asupan energi, dan tetap fokus pada navigasi mandiri.
Cuaca yang berubah-ubah, angin kencang, serta rasa lelah yang menggerogoti tubuh menjadi lawan sesungguhnya.
Namun setiap putaran pedal membawa ia lebih dekat ke garis finis.
Ketika akhirnya tiba, rasa lega dan bangga tentu memenuhi dada.
Baca Juga: Di Bawah Pisau Tanpa Bius: Sejarah Pembedahan Ekstrem Abad ke-19
Kemenangan ini menjadi inspirasi bagi para pecinta sepeda di seluruh Indonesia.
Di era di mana banyak orang mencari tantangan di luar zona nyaman, Zidan membuktikan bahwa tekad baja, latihan disiplin, dan mental yang kuat mampu membuka jalan menuju puncak.
Ia tidak hanya finis pertama, tetapi juga mengukuhkan posisinya sebagai salah satu ultra-cyclist terbaik tanah air.
Selamat, Zidan Attala Nouval Hidayat. Perjalananmu di atas roda dua telah memberi warna baru bagi olahraga ultra-cycling Indonesia.
Semoga kisahmu terus memotivasi generasi berikutnya untuk berani bermimpi jauh dan mewujudkannya, satu kilometer demi satu kilometer.
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber