JOGJA - Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel memilih bersikap realistis dalam menatap kompetisi BRI Super League 2026/2027 yang akan bergulir 4 September 2026. Memasuki musim keduanya bersama Laskar Mataram, pelatih asal Belanda ini tak memberikan jaminan timnya bakal meraih hasil lebih baik dibandingkan musim sebelumnya.
Van Gastel menyadari, tantangan yang dihadapi PSIM pada musim ini bakal semakin berat. Menurutnya, persaingan Super League 2026/2027 akan lebih kompetitif dengan hadirnya sejumlah tim promosi yang memiliki kekuatan finansial untuk membangun skuad kompetitif.
Karena itu, Van Gastel membagi target PSIM menjadi dua tingkatan. Target pertama adalah sasaran realistis yang harus dicapai tim, sementara target berikutnya merupakan ambisi untuk meraih pencapaian lebih baik.
Baca Juga: Tak Masuk Rencana Van Gastel, Bek Kiri Reva Adi Dipinjamkan PSIM Jogja ke Borneo FC
"Saya tidak punya jaminan. Kalau tidak punya jaminan, maka harus realistis. Seperti yang saya katakan, liga akan lebih kompetitif. Ini jadi lebih menantang dengan League Cup, banyak jeda panjang. Ini akan jadi tahun yang berbeda dengan tantangan berbeda," kata Van Gastel, Senin (17/8/2026).
Pelatih berusia 54 tahun itu menilai PSIM juga telah melakukan perubahan komposisi skuad pada musim ini. Sejumlah pemain baru didatangkan untuk menambah kualitas tim, tetapi efektivitas keputusan tersebut baru bisa diketahui setelah kompetisi berjalan.
"Kami datangkan pemain berbeda, yang menurut kami memang harus didatangkan untuk menambah beberapa kualitas. Jadi, mari kita lihat bagaimana hasil akhirnya, apakah kami membuat keputusan yang tepat atau tidak," ujarnya.
Van Gastel kemudian menegaskan target realistis PSIM adalah tidak mengulangi pencapaian musim lalu. Setelah itu, barulah tim bisa membidik target yang lebih tinggi sebagai ambisi.
Baca Juga: Pengunjung Pasar Rejowinangun Magelang Berebut Tiga Gunungan sebelum Upacara
"Saya pikir itu realistis. Kemudian yang kedua adalah tujuan yang ambisius, yaitu tampil lebih baik. Tetapi itu dua hal yang berbeda. Mari berpegang pada yang pertama, yakni tidak mengulangi pencapaian musim lalu, karena saya pikir persaingan jauh lebih kuat dibanding musim lalu," tegasnya.
Menurut Van Gastel, PSIM juga harus memperhitungkan format kompetisi musim ini. Selain menjalani Super League, Laskar Mataram bakal menghadapi League Cup atau Piala Indonesia yang membuat kalender pertandingan menjadi lebih padat pada periode tertentu.
Dengan kondisi itu, Van Gastel memilih tidak memasang target secara berlebihan. "Fokus utama saat ini memastikan tim siap menghadapi kompetisi yang akan berlangsung lebih berat dibanding musim sebelumnya," paparnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja