Evaluasi Uji Coba Lawan Persita, Pieter Huistra Nilai Chemistry dan Fisik Pemain PSS Meningkat

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:48 WIB
Laga uji coba kedua PSS Sleman melawan Persita Tangerang di Maguwoharjo International Stadium (MaglS), Sabtu (15/8/2026). (Foto: Dokumentasi PSS)
Laga uji coba kedua PSS Sleman melawan Persita Tangerang di Maguwoharjo International Stadium (MaglS), Sabtu (15/8/2026). (Foto: Dokumentasi PSS)

SLEMAN - Laga uji coba kedua PSS Sleman melawan Persita Tangerang di Maguwoharjo International Stadium (MaglS), Sabtu (15/8/2026) menjadi bagian penting jajaran pelatih untuk mengukur ketahanan fisik pemain. Pada laga uji tanding itu, setiap pemain mendapat kesempatan bermain selama 60 menit dalam pertandingan yang berlangsung dengan format 2×45 menit ditambah 30 menit. 

Pelatih PSS Pieter Huistra mengatakan, durasi di laga uji coba melawan Persita itu lebih panjang dibandingkan uji tanding pertama saat menjamu Kendal Tornado FC. Menghadapi Pendekar Cisadane, julukan Persita Tangerang, yang notabene berada satu level kompetisi, para pemain Super Elja mampu menjaga intensitas permainan.

Oleh karena itu, Huistra menyebut peningkatan fisik sekaligus daya saing tim terlihat semakin baik melalui pertandingan itu. "Dalam pertandingan uji coba, kami selalu menetapkan target tertentu," katanya, Minggu (16/8/2026).

Huistra membeberkan, dalam uji coba melawan Persita tersebut, tim pelatih PSS kembali membagi para pemain ke dalam dua tim. Langkah itu dilakukan untuk melihat perkembangan sekaligus menjaga ritme pertandingan.

Baca Juga: Pemkab Kulon Progo Pastikan Tak Ada PHK PPPK Paruh Waktu, Pilih Optimalisasi SDM dan Regrouping OPD

"Senang melihat kedua tim tampil kompetitif serta bermain cukup baik, mengingat ini baru pertandingan kedua. Jadi, menurut saya ini adalah minggu yang baik dengan segala latihan keras yang telah dijalani. Dan lawan juga memberikan pengalaman bagus untuk merasakan atmosfer sepak bola Super League," jelasnya.

Kolaborasi antara pemain lama dan pemain baru juga menjadi salah satu hal positif yang terlihat sepanjang pertandingan. Chemistry yang terbangun, lanjut Huistra, membantu para pemain anyar beradaptasi dengan lebih cepat dalam lingkungan tim.

Ia  menilai para pemain lama mengambil peran sebagai pemimpin, mereka membantu pemain baru beradaptasi dengan cepat dan memiliki keberanian untuk memainkan sepak bola sesuai gaya permainannya.

"Hal itu sangat bagus untuk dilihat. Senang juga melihat pemain baru berusaha beradaptasi dengan sangat cepat dan kondisi fisik mereka yang sudah semakin kuat," cetusnya.

Pertandingan uji coba melawan Persita Tangerang itu sendiri berakhir imbang 1-1. PSS lebih dahulu membuka keunggulan melalui sundulan Gustavo Tocantins pada menit ke-19 setelah memanfaatkan umpan ciamik Riko Simanjuntak.

Baca Juga: Warga Sewon Ditangkap, Polisi Amankan 14 Linting Berisi Ganja Seberat 9,18 Gram

Meski demikian, Huistra menyebut hasil akhir bukan menjadi ukuran utama dari uji tanding itu. Pelatih asal Belanda ini mengaku akan tetap fokus dalam membangun kebugaran, pemahaman gameplan, serta kesiapan mental para pemain menghadapi kompetisi.

"Jangan takut, harus berani, dan cobalah bermain sesuai dengan gaya yang kami inginkan. Mereka berhasil melakukannya, jadi itu sangat bagus," tandasnya. (ayu/laz) 

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
laga uji coba PSS Sleman Maguwoharjo International Stadium pieter huistra PERSITA TANGERANG