Pemukulan terhadap Pemain Divisi Super Liga 2026, Askab PSSI Bantul Serahkan ke Pihak Berwajib

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 20:12 WIB
Ketua Askab PSSI Bantul Aris Suharyanta. (Foto: Rizky Wahyu / Radar Jogja)

 
Ketua Askab PSSI Bantul Aris Suharyanta. (Foto: Rizky Wahyu / Radar Jogja)  

BANTUL - Telah terjadi insiden pemukulan oleh oknum suporter kepada salah seorang pemain di liga amatir Divisi Super Liga Bantul 2026. Pemukulan diketahui saat pertandingan PS Sendangsari melawan PS Bawuran di Lapangan Bawuran, beberapa waktu lalu.

Dalam video yang beredar, oknum suporter itu memukul kiper salah satu klub setelah adanya gol. Sehingga hal itu telah ramai diperbincangkan di dunia sepak bola Indonesia.

Baca Juga: Hanif Sjahbandi Tidak Dikenalkan saat Launching Tim PSS Sleman, Masih Harus Pemulihan dari Cedera

Menanggapi masalah ini, Ketua Askab PSSI Bantul Aris Suharyanta menilai itu murni tindakan yang melanggar aturan. Sehingga setelah ada insiden tersebut, pihaknya langsung menyerahkan ke aparat penegak hukum.

"Itu menurut info bukan penggemar sepak bola yang melakukan pemukulan. Sehingga Askab mendorong termasuk pelanggaran, sehingga kami serahkan ke aparat penegak hukum untuk diproses," ucapnya saat ditemui di Ros-In Hotel, Bantul, Minggu (9/8/2026) sore. 

Baca Juga: Buntut Polemik Jersey RMB, Manajemen PSIM Jogja Evaluasi dan Belum Tentukan Apparel Resmi

Saat disinggung kondisi pemain yang menjadi korban, Aris menyebut sang pemain mengalami beberapa luka setelah insiden itu. Maka dari itu, Askab Bantul langsung menyuruh korban untuk  menempuh jalur hukum.

"Ya, kejadian seperti ini jangan sampai terjadi lagi dan kami sudah ada komitmen dengan klub-klub yang mengikuti, di situ juga sudah ada ketentuannya, jika memang melanggar kami hentikan," tegasnya. (ayu/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Divisi Super Liga Bantul 2026 PS Sendangsari PS Bawuran Aris Suharyanta pemukulan