JOGJA - Polemik unggahan owner apparel lokal RMB yang memplesetkan slogan khas PSIM Jogja, Aku Yakin dengan Kamu (AYDK) menjadi “AYoDeK” masih jadi perhatian. Owner RMB Ragil Muhammad Badai akhirnya menyampaikan permintaan maaf setelah unggahannya menuai sorotan dari suporter PSIM.
Sebagai konteks, RMB yang merupakan apparel asal Jombang itu disebut-sebut akan menjadi apparel PSIM musim depan. Namun, hingga kini memang belum ada pengumuman resmi dari manajemen PSIM mengenai kepastian kerja sama tersebut.
Permintaan maaf Ragil disampaikan melalui surat pernyataan yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Rabu (6/8/2026). Dalam surat itu, Ragil mengakui unggahan yang memplesetkan AYDK tidak pantas karena slogan tersebut memiliki makna mendalam bagi identitas PSIM.
Baca Juga: PSIM Jogja Resmi Datangkan Mauro Caballero, Persaingan di Lini Depan Makin Ketat
"Saya sangat menyadari bahwa unggahan tersebut tidak pantas karena AYDK bukan sekadar singkatan, melainkan memiliki makna mendalam serta nilai yang sangat sakral bagi identitas PSIM," ungkapnya.
Secara pribadi, Ragil juga mengakui ia tidak memiliki niat untuk menghina PSIM maupun melukai perasaan suporter. "Tidak ada sedikit pun niat dari saya untuk menghina atau melakukan hal negatif kepada PSIM Jogja maupun melukai hati teman-teman suporter," akunya.
Ia kemudian juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar PSIM, manajemen, wadah suporter yakni Brajamusti, The Maident, serta seluruh pecinta PSIM. "Saya memohon maaf kepada seluruh keluarga besar PSIM Jogja dan semua pihak yang kecewa terhadap unggahan saya. Saya memohon maaf," tuturnya.
Di tengah polemik itu, DPP Brajamusti juga telah mengeluarkan pernyataan resmi. Kelompok suporter PSIM ini menilai penggunaan plesetan AYoDeK terhadap AYDK telah melukai perasaan mereka.
Baca Juga: Jamul Senang Bisa Kembali ke Sleman Perkuat Lini Belakang PSS
Presiden Brajamusti RM Satrio Wijayanto menegaskan, AYDK bukan sekadar empat huruf atau slogan biasa. Menurutnya, ada perjalanan panjang, loyalitas, harapan, dan identitas PSIM yang melekat di dalamnya.
"Bagi kami, AYDK bukan sekadar empat huruf atau slogan. AYDK adalah anthem yang lahir dari perjalanan panjang, loyalitas, harapan, dan identitas PSIM," sebutnya.
Brajamusti juga mengingatkan pihak-pihak yang ingin menjadi bagian dari PSIM agar memahami sejarah dan kultur klub. Menurut Satrio, menjadi bagian dari PSIM tidak semata-mata berkaitan dengan produksi jersey maupun penjualan merchandise.
"Ada sejarah yang perlu dihormati, ada budaya yang perlu dipahami, dan ada simbol-simbol yang memiliki makna mendalam bagi pendukung PSIM," ulasnya.
Karena itu, Satrio mewakili Brajamusti meminta polemik itu menjadi bahan evaluasi terhadap komitmen setiap mitra resmi PSIM. "Kami berharap pihak-pihak yang berkepentingan menjadikan peristiwa ini sebagai dasar evaluasi terhadap komitmen setiap mitra resmi dalam memahami serta menghormati identitas dan kultur PSIM Jogja," serunya.
Di sisi lain, kekecewaan juga disuarakan suporter PSIM secara personal. Salah seorang suporter PSIM Andre Firmansyah menilai tindakan owner RMB itu tidak etis, terlebih karena yang bersangkutan merupakan pemilik brand. "Menurut saya itu sikap dan tindakan yang sangat tidak etis, apalagi dia adalah owner yang merepresentasikan brand-nya," ungkapnya.
Baca Juga: Diduga Rem Blong di Jalan Menurun Patuk, Dua Truk Terguling usai Tabrakan di Jalan Jogja-Wonosari
Andre mengatakan, sebagai suporter, dirinya kecewa karena slogan yang memiliki makna khusus bagi PSIM justru diplesetkan. Dia juga meminta manajemen klub segera mengambil sikap.
"Sebagai suporter PSIM tentu saya kecewa bahwa AYDK itu diplesetkan. Dan menurut saya manajemen PSIM juga harus segera mengambil sikap tegas," sebutnya.
Secara pribadi, Andre bahkan menyatakan akan mengambil sikap dengan tidak membeli merchandise maupun jersey PSIM musim mendatang, apabila nantinya klub benar-benar menggandeng RMB sebagai apparel.
"Kalau misal nanti PSIM benar-benar jadi menggandeng apparel RMB, mohon maaf, saya tidak akan membeli merchandise atau jersey musim mendatang. Ini respons dan bentuk kekecewaan," tegasnya.
Sementara itu, Radar Jogja sudah melakukan konfirmasi dan meminta tanggapan dari manajemen PSIM, namun hingga berita ini ditulis belum ada respons terkait polemik tersebut. (iza/laz)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja