RMB Apparel, Brand Jersey Printing yang Digadang Jadi Apparel Resmi PSIM Malah Membuat Kontroversi

Azri Ghaida Nur Ilya Nahdi • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 15:59 WIB
Desain jersey PSIM buatan RMB Apparel beserta permintaan maaf owner. (Tangkapan layar X dan Instagram)
Desain jersey PSIM buatan RMB Apparel beserta permintaan maaf owner. (Tangkapan layar X dan Instagram)

 


RADAR JOGJA - PSIM Jogja dikabarkan tengah menaksir kerja sama dengan apparel baru untuk musim depan, RMB Apparel.

Berbeda dari Adidas yang sempat lebih dulu dikabarkan mendekati manajemen Laskar Mataram, RMB Apparel datang dari jalur yang jauh berbeda.

Yaitu sebagai brand jersey printing lokal yang membesarkan diri lewat dunia suporter sepak bola Indonesia.

RMB Apparel mengusung tagline "Jersey Kualitas Super League", mengklaim mampu memproduksi jersey custom dalam waktu tiga hari jadi, lengkap dengan garansi kualitas.

Baca Juga: Cibiran Terhadap Pasien BPJS Juga Dilakukan Perawat RSA UGM, Tim Etik Lakukan Pemanggilan

Lewat akun Instagram resminya, @rmbapparel.id, brand ini sudah mengumpulkan lebih dari 17 ribu pengikut, sebuah basis audiens yang cukup besar untuk ukuran brand jersey printing regional.


Jejak kerja sama RMB Apparel sebenarnya sudah cukup panjang di ekosistem sepak bola Tanah Air.


Brand ini tercatat pernah menjalin kemitraan dengan sejumlah klub yang berlaga di kompetisi Liga Indonesia, di antaranya Malut United FC, PSBS Biak, dan Persekabpas Pasuruan.

Selain itu, RMB Apparel juga berafiliasi dengan komunitas Kampoeng Bola Jombang. 

Juga memiliki kedekatan dengan jaringan suporter Persebaya, Bonek, salah satu basis suporter terbesar di Indonesia.

Baca Juga: Warisan Budaya Benda vs Takbenda (UNESCO): Mengapa Pengakuan Internasional Langkah Awal Pelestarian?


Untuk memperluas jangkauan produksi dan distribusi, RMB Apparel bahkan sudah mengembangkan sejumlah cabang regional, termasuk RMB Apparel Blitar dan RMB Apparel Surabaya & Madura.

Model bisnis semacam ini umum dijumpai di industri jersey printing custom Indonesia belakangan ini.

Alih-alih memakai apparel raksasa internasional dengan biaya produksi tinggi, banyak klub level menengah hingga suporter komunitas memilih bekerja sama dengan brand printing lokal yang lebih fleksibel soal harga, desain custom, dan kecepatan produksi.

Apabila kerja sama dengan PSIM benar-benar terealisasi, RMB Apparel akan menambah daftar klub profesional yang mereka tangani. 

Menjadi pijakan besar bagi brand ini untuk naik kelas dari sekadar jersey printing custom komunitas, menuju apparel resmi klub Liga 1.

Baca Juga: BGN Hentikan Operasional SPPG Nanggulan buntut Dugaan Keracunan Massal Program MBG di Kulon Progo

Namun, sebelum kerja sama ini resmi diumumkan manajemen PSIM, RMB Apparel sudah lebih dulu jadi sorotan publik.

Bocoran desain jersey yang mereka unggah sempat memicu reaksi keras dari kelompok suporter Brajamusti, karena menyisipkan plesetan terhadap slogan sakral AYDK.

Owner RMB Apparel, Ragil Muhammad Badai, sudah menyampaikan permintaan maaf terbuka atas insiden tersebut.

Jadi apakah rekam jejak RMB Apparel di klub-klub Liga Indonesia lain cukup kuat untuk meyakinkan manajemen dan suporter PSIM.

Atau insiden ini justru menjadi sandungan yang menjatuhkan langkah mereka bekerja sama dengan PSIM. 

Editor : Meitika Candra Lantiva
RMB Apparel Brand Jersey Printing PSIM adidas Laskar Mataram