JOGJA - Persaingan di lini belakang PSIM Jogja dipastikan semakin kompleks menyambut BRI Super League 2026/2027. Situasi itu juga membuat Yusaku Yamadera harus kembali beradaptasi setelah mengalami perubahan posisi dari bek tengah menjadi fullback kiri.
Yusaku sebelumnya lebih sering dimainkan sebagai bek tengah. Namun seiring kebutuhan tim, pemain asal Jepang tersebut mendapat penyesuaian untuk mengisi sektor bek kiri di BRI Super League musim 2025/2026 lalu.
Perubahan itu membuat Yusaku harus mengembangkan aspek permainan yang berbeda. Salah satunya adalah pemahaman terhadap posisi dan ruang ketika bermain lebih melebar.
"Sebelumnya saya biasa bermain sebagai bek tengah, lalu bergeser jadi bek kiri. Pada dasarnya memang ada beberapa hal yang harus saya ubah," kata Yusaku, Rabu (5/8/2026).
Adaptasi ini juga dilakukan Yusaku secara mandiri. Ia mengaku mulai mempelajari permainan bek-bek lain di level Eropa yang dinilainya memiliki kemampuan bermain di sejumlah posisi di lini belakang.
"Saya mulai menonton cara bermain beberapa bek, seperti Tomiyasu, saya melihat bagaimana dia bermain." ujar Yusaku.
Menurutnya, kemampuan Tomiyasu dalam menerima bola, teknik, hingga pemahaman taktik menjadi hal yang menarik untuk dipelajari. Proses itu menjadi bagian dari upayanya meningkatkan kemampuan sebagai bek kiri.
Yusaku menyadari, tantangan musim depan tidak hanya datang dari tuntutan adaptasi posisi. Persaingan untuk mendapatkan tempat di lini belakang PSIM juga semakin ketat seiring bertambahnya kedalaman skuad.
Baca Juga: Gubernur DIY HB X Lantik Sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Ini Daftar Namanya yang Dilantik!
Di posisi bek tengah, Yusaku harus bersaing dengan sejumlah nama seperti Franco Ramos Mingo, Jop van der Avert, Ondrej Rudzan, hingga bek lokal Rendra Teddy. Sementara di sektor bek kiri, Reva Adi Utama dan Alwi Fadilah juga menjadi pesaing untuk mendapatkan tempat utama.
Kondisi ini membuat posisi Yusaku menjadi semakin fleksibel sekaligus penuh persaingan. Apalagi PSIM memiliki sejumlah pemain asing yang harus dikelola dalam komposisi pertandingan. Yakni, regulasi membatasi maksimal tujuh pemain asing berada di lapangan secara bersamaan.
Dengan persaingan yang semakin ketat, Yusaku dituntut bukan hanya mampu beradaptasi dengan posisi barunya, tetapi juga menunjukkan konsistensi agar tetap menjadi pilihan Pelatih Jean Paul van Gastel. "Saya tidak masalah ditempatkan di posisi manapun. Saya akan bekerja keras dan siap bersaing," paparnya. (iza/laz)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja