JOGJA - PSIM Jogja menegaskan komitmennya untuk memberi ruang bagi pemain binaan Elite Pro Academy (EPA) agar bisa menembus skuad utama. Memasuki musim kedua di Super League, Laskar Mataram terus membuka peluang bagi talenta muda hasil pembinaan internal agar merasakan atmosfer tim profesional.
Manajer tim PSIM Iksan Mahar mengatakan, langkah tersebut bukan sekadar memenuhi regulasi kompetisi, melainkan bagian dari visi jangka panjang klub dalam membangun regenerasi pemain.
"Ada satu pemain EPA yang kita ajak berlatih. Itu sisi positif buat tim dan anak-anak muda yang ingin jadi pemain bola, bahwa tim EPA PSIM bisa jadi jembatan ke tim utama, yang tentu menjadi mimpi anak-anak di Jogja," ujar Iksan, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, komposisi skuad musim ini juga tidak akan diisi pemain dalam jumlah maksimal. Manajemen sengaja menyisakan ruang agar pemain muda dapat dipromosikan secara bertahap sesuai perkembangan mereka. "Kita akan coba bertahap untuk mempromosikan pemain-pemain EPA kita," katanya.
Iksan menilai pembinaan usia muda PSIM menunjukkan perkembangan positif. Pada musim lalu, tim EPA U-16 PSIM bahkan mampu menembus babak empat besar, sebuah capaian yang dinilainya cukup membanggakan mengingat itu merupakan musim perdana Laskar Mataram mengikuti kompetisi Elite Pro Academy setelah promosi ke kasta tertinggi.
Sebagai informasi, musim 2026/2027 menjadi tahun kedua PSIM memiliki Elite Pro Academy setelah promosi ke Super League. Keberadaan tim EPA U-16, U-18, dan U-20 merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi setiap peserta kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
Kini, PSIM mulai mengarahkan pembinaan tersebut agar menghasilkan pemain yang mampu menembus skuad senior dan bersaing di level profesional.
"Kemarin EPA U-16 kita ada di empat besar. Itu bisa dikatakan prestasi yang luar biasa untuk tim debutan EPA Super League," ungkapnya. (iza/laz)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja