Cara Yusaku Yamadera Bangun Chemistry Pemain dengan Berbagai Wajah Baru di PSIM, Dari Makan Bersama Hingga Main Tenis

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 20:00 WIB
Foto pemain PSIM Jogja asal Jepang Yusaku Yamadera. Fahmi Fahriza/Radar Jogja
Foto pemain PSIM Jogja asal Jepang Yusaku Yamadera. Fahmi Fahriza/Radar Jogja

JOGJA - Pemain bertahan asal Jepang Yusaku Yamadera, kini menyandang status sebagai pemain asing dengan masa pengabdian paling lama di skuad PSIM Jogja saat ini. Ia telah menjadi bagian dari Laskar Mataram sejak Liga 2 musim 2024/2025 dan ikut mengantarkan klub kebanggaan masyarakat Jogja itu promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Memasuki musim kedua PSIM di BRI Super League 2026/2027, Yusaku kembali dipercaya menjadi bagian dari skuad. Di tengah silih bergantinya pemain asing yang datang dan pergi, ia menjadi satu-satunya legiun asing yang masih bertahan sejak era promosi.

Meski bersyukur masih mendapat kepercayaan, Yusaku mengaku juga menyimpan rasa sedih karena tidak lagi bermain bersama beberapa pemain asing yang sudah terlanjur pergi.

Baca Juga: Klaim Pengembangan Pemain Muda Kedepankan Integritas, Liana Tasno: Tidak Ada Jual Slot di EPA PSIM

"Saya sedih beberapa pemain sudah meninggalkan tim, tapi beginilah sepak bola," ujar Yusaku, Rabu (29/7/2026).

Ia memahami, pergantian pemain merupakan hal yang lumrah dalam dunia sepak bola profesional. Karena itu, ia memilih menerima kenyataan tersebut dan fokus menatap musim baru bersama rekan-rekan setimnya.

"Suatu saat memang akan tiba waktunya seorang pemain harus pergi. Itu-lah sepak bola, dan saya harus menerimanya," katanya.

Kini, tantangan baru menanti Yusaku. Ia harus membangun chemistry dengan para pemain asing yang baru bergabung ke PSIM Jogja musim ini. Menurutnya, proses adaptasi berjalan cukup baik, terlebih ia masih mengenal banyak pemain, baik lokal maupun lokal yang bertahan dari musim lalu.

Baca Juga: Imbas Toko Online, Penjualan Pernak-pernik Tujuh Belasan Diprediksi Lesu

Di sisi lain, kemampuan berbahasa Indonesia yang terus dia pelajari juga menjadi keuntungan tersendiri dalam menjalin komunikasi dengan rekan-rekannya.

"Mudah berkomunikasi dengan pemain lokal karena saya sudah bisa sedikit berbahasa Indonesia. Kadang kami saling bercanda, dan masih ada beberapa pemain dari musim lalu yang sudah saya kenal," tuturnya.

Sementara itu, untuk para pemain asing, termasuk nama-nama baru, Yusaku mengakui masih dalam tahap saling mengenal karena sebelumnya belum pernah bermain dalam satu tim.

Baca Juga: Seni dan Kearifan Lokal Jadi Jawaban Krisis Iklim, Mini Symposium UKDW Jogja Soroti Falsafah Jawa hingga Gerakan Creative Climate

"Saya belum terlalu mengenal karena memang belum pernah bermain bersama. Tapi kalau kami ingin memenangkan pertandingan, kami harus berjuang bersama. Kami harus makin dekat satu sama lain," ucapnya.

Menurutnya, kekompakan tim tidak hanya dibangun saat latihan maupun pertandingan, tetapi juga melalui kebersamaan di luar lapangan. Karena itu, para pemain juga kerap meluangkan waktu untuk melakukan berbagai aktivitas bersama.

Yusaku berharap kedekatan yang mulai terjalin antarpemain dapat memperkuat chemistry tim sehingga PSIM mampu tampil lebih solid dalam mengarungi ketatnya persaingan BRI Super League 2026/2027.

"Kadang kami makan malam bersama, bermain tenis bersama, untuk semakin mendekatkan diri," tambahnya. (iza/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
Main Tenis makan bersama chemistry pemain Yusaku Yamadera Pemain Bertahan