JOGJA - Manajemen PSIM Jogja berkomitmen membangun tim Elite Pro Academy (EPA) dengan tata kelola yang bersih dan berintegritas. Memasuki tahun kedua memiliki tim EPA, Laskar Mataram memastikan pembinaan pemain muda dilakukan secara profesional tanpa praktik percaloan maupun jual beli slot pemain.
Sebagai konteks, keberadaan EPA menjadi salah satu syarat wajib bagi seluruh peserta BRI Super League. Setiap klub diwajibkan memiliki tim kelompok umur U-16, U-18, dan U-20 sebagai bagian dari sistem pembinaan pemain usia muda yang berkelanjutan.
Direktur Utama PSIM Jogja Liana Tasno mengatakan, pengembangan usia muda menjadi salah satu investasi utama klub. Karena itu, ia ingin memastikan seluruh proses pembinaan berjalan transparan dan menjunjung tinggi integritas.
Baca Juga: Imbas Toko Online, Penjualan Pernak-pernik Tujuh Belasan Diprediksi Lesu
"Saya betul-betul berjuang untuk investasi di situ. Saya kepengennya itu di bawah manajemen PSIM dan benar-benar berjalan dengan penuh integritas," ujarnya, Rabu (29/7/2026).
Liana melarang adanya praktik yang merugikan pemain maupun orang tua dalam proses pembinaan di EPA. Ia memastikan manajemen juga tidak menoleransi praktik jual slot maupun percaloan yang dapat mencederai tujuan pembinaan sepak bola usia muda.
"Tidak ada yang namanya kita ambil uang dari orang tua murid di EPA. Saya tidak pernah jual slot, saya tidak pernah makelar. Itu benar-benar untuk pengembangan usia muda yang nanti menjadi wadah menuju tim profesional," tegasnya.
Baca Juga: Targetkan Terseleseaikan Agustus, Sebanyak 620 Permohonan PBG di Kota Jogja Masih Mandek
Liana berharap keberadaan EPA tidak hanya memenuhi regulasi kompetisi, tetapi benar-benar menjadi fondasi lahirnya pemain-pemain yang kelak mampu menembus tim utama PSIM dan memperkuat sepak bola Jogja dalam jangka panjang.
Lebih lanjut, untuk memperkuat pembinaan tersebut, PSIM juga menunjuk kembali Erwan Hendarwanto sebagai Direktur Akademi sekaligus penanggung jawab EPA.
Menurutnya, pengalaman dan kapasitas Erwan dibutuhkan untuk menjaga kualitas pembinaan sekaligus memastikan nilai-nilai yang dipegang klub diterapkan di seluruh jenjang usia.
"Coach Erwan saya minta tolong menjaga itu. Kalau tidak cocok dengan nilai integritas yang dimiliki PSIM, jangan ada di sini," bebernya. (iza/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita