Gelar Kejurda Bridge DIY 2026, Gabsi Bakal Perbanyak Kejuaraan untuk Jaring Bibit Atlet Terbaik

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 20:53 WIB
CARI BIBIT: Kejurda Bridge DIY 2026 di Kompleks Perkantoran Pemkab Bantul II Manding. (Rizky Wahyu/Radar Jogja)
CARI BIBIT: Kejurda Bridge DIY 2026 di Kompleks Perkantoran Pemkab Bantul II Manding. (Rizky Wahyu/Radar Jogja)

 BANTUL - Sebanyak 130 atlet ikut ambil bagian di ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Bridge DIY 2026. Ajang itu berlangsung dua hari, Sabtu (25/7/2026) dan Minggu (26/7/2026) di Kompleks Perkantoran Pemkab Bantul II Manding.

Ketua Pengda Gabsi DIY Arianto Wibowo mengatakan, Kejurda Bridge DIY 2026 menjadi ajang uji coba yang valid untuk mengukur mental dan strategi atlet sebelum melangkah ke kejurnas maupun turnamen resmi di bawah naungan KONI dan PB Gabsi.

"Ajang ini merupakan wadah pembinaan, silaturahmi, sekaligus mengukur kemampuan atlet dalam menghadapi kompetisi di tingkat yang lebih tinggi," cetusnya, Minggu (26/7/2026).

Baca Juga: Pelatih PSIM Jogja Van Gastel Sayangkan Korupsi Stadion Mandala Krida; Kita Semua Korban Paling Nyata

Oleh karena itu, Ariono berharap Kejurda Bridge DIJ 2026 mampu memperluas pengenalan olahraga bridge kepada masyarakat, khususnya generasi muda dan kalangan pelajar. Sehingga ke depan semakin banyak bibit atlet yang lahir dan siap mengharumkan nama DIY di tingkat nasional maupun internasional.

"Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap regenerasi atlet usia dini, Gabsi DIY menggratiskan seluruh biaya pendaftaran untuk kategori kelompok umur," bebernya.

Tak hanya itu, Ariono juga mengatakan, mengingat ke depan tidak diselenggarakannya Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) di 2027, Gabsi DIY akan fokus memperbanyak kompetisi lokal dan memaksimalkan fungsi sertifikat kejuaraan di daerah agar tetap bisa digunakan para pelajar untuk menambah nilai jalur prestasi.

"Program kerja ini merupakan salah satu upaya mengangkat potensi atlet bridge di Jogjakarta yang sangat besar. Namun cabor ini masih menghadapi tantangan kemasyarakatan serta pengembangan di tingkat nasional yang belum mendapat dukungan optimal," jelasnya.

Baca Juga: Ambulans: Edukasi Penggunaan Sirine hingga Penanganan Kecelakaan, Suara Bisa Jadi Patokan Pengguna Jalan

Di sisi lain, Ketua Pengcab Gabsi Gunungkidul Trini Eko Dewi mengatakan, regenerasi pemain bridge di Bumi Handayani terbilang sukses karena pengurus berinisiatif mengundang guru-guru olahraga untuk mengikuti pelatihan khusus agar mengenal skema permainan mini bridge.

"Melalui upaya ini kami ingin mengenalkan bridge dan menghilangkan stigma negatif bahwa ini bukan permainan judi. Hasilnya kami berhasil menjaring ratusan bibit muda yang rutin berlatih setiap Sabtu," ungkapnya. (ayu/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Kejurda Bridge DIY 2026 Gabsi DIY kejurda Pekan Olahraga Pelajar Daerah KONI