JOGJA - Manajemen PSIM Jogja secara blak-blakan menyebut telah merogoh kocek sangat dalam untuk membenahi infrastruktur Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul untuk menyambut kompetisi Super League musim 2026/2027. Tapi jika jadi pindah ke Stadion Mandala Krida, fasilitas tersebut akan ikut dipindah.
"Kalau ditanya budget-nya berapa, itu memang besar sih. Kami sudah keluar miliaran, dan bukan miliaran kecil, melainkan miliaran gede. Pak Wali (Wali Kota) sendiri waktu mendengar angkanya juga kaget," ungkap Direktur Utama Laskar Mataram Yuliana Tasno, Selasa (21/7).
Bukan tanpa alasan Manajemen PSIM Jogja mengeluarkan uang miliaran rupiah itu untuk membenahi infrastruktur SSA, Bantul. Sebab dalam menatap kompetisi Super League musim 2026/2027 nanti, I.League selaku operator liga telah meningkatkan standar kelayakan stadion untuk musim depan.
Sejumlah fasilitas di SSA harus ditingkatkan agar memenuhi persyaratan terbaru. Tak hanya itu langkah responsif yang diambil manajemen itu juga untuk memastikan PSIM Jogja agar aman dari ancaman sanksi teknis. Mulai dari potensi kegagalan verifikasi broadcast hingga ancaman pengurangan poin.
Cik Liana menjelaskan, pembenahan infrastruktur stadion itu saat ini memang menjadi fokus mendesak yang wajib diselesaikan manajemen. Dua komponen vital yang menjadi garapan utama di SSA Bantul yakni peningkatan kapasitas pencahayaan (lux) lampu stadion untuk kebutuhan broadcasting serta pengadaan single seat.
"Kembali lagi, kalau bisa berikan yang terbaik untuk PSIM, itu pasti saya berikan. Begitu masuk ke Liga 1, kendalanya memang di lampu karena harus memenuhi standar broadcast tersendiri. Selain itu juga harus ada single seat," ungkap perempuan yang disebut ibu’e cah-cah oleh suporter PSIM itu.
Kendati harus merogoh kocek dalam-dalam untuk stadion sewaan, Cik Liana tetap memastikan investasi tersebut tidak dibuang percuma. Pihak manajemen telah mengikat kesepakatan resmi dengan pengelola SSA Bantul terkait aset-aset pendukung yang dipasang.
Baca Juga: 21 Pemain Ikuti Latihan Perdana PSIM Jogja; Ada Dua Pemain Asing dan Dua Lokal Baru
Bagaimana jika tim kebanggaan masyarakat Kota Jogja itu akan kembali memboyong markas utamanya ke Stadion Mandala Krida, Jogja? Fasilitas portable seperti peningkatan lampu dapat dilepas kembali.
Manajemen, kata dia, sudah menandatangani perjanjian bahwasanya barang tersebut milik PSIM. “Jadi kalau misalnya nanti kita balik ke Mandala Krida, lampunya bisa kita lepas, dan pagar akan dikembalikan seperti sedia kala atau dibantu untuk dihibahkan," tandasnya. (ayu/pra)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja