SLEMAN - PSS Sleman tampaknya tak ingin main-main dalam menatap ketatnya persaingan kompetisi Super League musim 2026/2027. Tim berjuluk Laskar Sembada ini berencana memaksimalkan regulasi baru terkait kuota pemain asing demi memperkuat kedalaman skuadnya.
Pelatih PSS Pieter Huistra menjelaskan, perombakan regulasi pemain asing menjadi faktor krusial yang akan mengubah peta persaingan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan. Sebab, menurutnya, persaingan di Super League musim 2026/2027 diprediksi bakal berjalan ketat.
"Perbedaan besar antara Liga 2 dan Liga 1 ini adalah jumlah pemain asing. Jumlahnya meningkat pesat dari yang sebelumnya tiga pemain (Liga 2), kini klub diperbolehkan merekrut hingga 11 pemain asing," bebernya, Selasa (11/7).
Baca Juga: Matangkan Persiapan, PSS Sleman Tidak Lakukan TC ke Luar Daerah
Oleh karena itu, agar PSS bisa bersaing di kompetisi Super League musim depan, Huistra langsung membuka opsi untuk mengisi seluruh slot legion asing yang diizinkan regulasi.
Kendati demikian, pelatih asal Belanda ini menyebut jika pihak manajemen dan tim pelatih masih akan melihat perkembangan dinamika perburuan pemain di bursa transfer kali ini. "Jumlahnya berkisar antara 10 atau 11 pemain. Mari kami lihat saja nanti," bebernya.
Meski sudah ada tujuh pemain asing yang sudah mendaratkan kaki di Bumi Sembada seperti Gustavo Tocantins, Lucao, Cleberson Souza, Matheus Fornazari, Hiromu Tanaka, dan Melvyn Lorenzen, tim pelatih masih akan memburu pemain di posisi tertentu. "Ya, kami juga masih mencari satu penjaga gawang asing. Itu pemain muda asal Brasil," ungkapnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja