Iksan Mahar, Manajer Baru  PSIM Jogja; Banting Stir dari Jurnalis, Ingin Tantangan Lain

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 21:48 WIB
ANYAR: Manajer baru PSIM Jogja Iksan Mahar. (Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
ANYAR: Manajer baru PSIM Jogja Iksan Mahar (tengah). (Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

JOGJA - Bagi sebagian orang, garis hidup terkadang melompat ke arah yang tak terduga. Namun bagi Iksan Mahar, perpindahan hidupnya dari seorang jurnalis olahraga menjadi manajer tim PSIM Jogja bukanlah sebuah aksi banting setir tanpa arah. Ini panggilan pengabdian baru, sebuah jalan pulang menuju lapangan hijau dari sudut pandang yang berbeda.

Lama melanglang buana di bawah bendera salah satu media nasional Indonesia, nama Iksan Mahar tentu tak asing di dunia jurnalistik olahraga tanah air. Dirinya telah kenyang mengecap asam garam meliput berbagai event akbar sepak bola dunia. Mulai atmosfer megah Piala Dunia hingga sengitnya persaingan Piala Asia, sudah pernah ia rekam lewat goresan tintanya.

​Selama bertahun-tahun, posisi Iksan berada di luar garis lapangan. Menjadi pengamat yang jeli, mencatat taktik, dan mengabarkan emosi dari tribun media. Namun ada kalanya seorang pencatat sejarah terpanggil untuk ikut merajut sejarah itu sendiri dari dalam.

Baca Juga: PSS Sleman Akan Gelar Uji Coba, Pelatih Pieter Huistra Siap Beri Kejutan dengan Lawan yang Tidak Biasa

 "Ketertarikan dengan sepak bola kan memang sudah dari dulu. Seperti mayoritas anak Indonesia, pasti punya mimpi ingin jadi pemain bola. Tapi ketika dewasa, langkah karier kami berbeda-beda," ungkapnya, Senin (20/7/2026).

​Perjalanan panjang keliling dunia mengawal si kulit bundar rupanya menumbuhkan ruang baru di hati Iksan Mahar. Sebab ia merasa sudah saatnya mencari tantangan baru untuk gabung ke tim profesional.

"Setelah cukup lama jadi jurnalis olahraga, saya merasa butuh dunia baru untuk pengabdian di sepak bola. Selama ini kan sebagai orang luar yang mengamati. Lalu kemarin mendapat tawaran untuk mengaplikasikan keahlian, tapi kali ini lebih ke dalam," ujarnya.

Meski begitu, keputusannya hengkang dari salah satu media cetak terbesar di Indonesia itu sempat memicu selentingan miring di kalangan banyak orang. Maklum, industri media hari ini memang sedang dinamis-dinamisnya. Namun dengan tegas dan diselingi tawa renyah, Iksan menepis isu bahwa kepindahannya karena kondisi dapur redaksi yang goyah.

Baca Juga: Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra Ingin Super Elja seperti Spanyol

"Di sana semua aman dan lancar. Ini murni karena ada kesempatan bagus yang datang dari manajemen (PSIM). Dan rasanya ini momen yang tepat untuk mencoba," lontarnya.

​Menakhodai Laskar Mataram, klub legendaris dengan ekspektasi suporter yang begitu masif, tentu bukan perkara mudah. Beruntung, Iksan tidak datang dengan tangan kosong.

Berbekal pengalaman tahun lalu saat menakhodai tim muda Liga Kompas U-14 di ajang bergengsi Gothia Cup di Gothenburg, Swedia, Iksan sudah mengantongi modal berharga. Di turnamen yang kerap disebut Piala Dunia anak-anak itu, ia sudah terbiasa mengurusi hal-hal prinsipil, mulai dari pemilihan pemain hingga detail teknis pertandingan.

"Jadi saya datang ke dunia baru ini tidak kosong-kosong amat. Sudah ada core pengalaman yang membuat saya yakin, insya Allah saya bisa," tegasnya.

Bergabung bersama PSIM, menurut Iksan, adalah pengalaman profesional pertamanya. Meski mengetahui ada tantangan sesungguhnya telah menanti di depan mata. Tapi sebagai jembatan penghubung antara manajemen, pelatih, pemain, hingga ofisial, Iksan siap menyuntikkan perspektif baru.

Baca Juga: Pelatih PSIM Jogja Van Gastel Tegaskan Kiper Cahya Supriyadi Tak ke Mana-Mana; Bantah Rumor ke Persib Bandung

Pengalamannya bertahun-tahun membaca dinamika industri sepak bola dari luar, justru menjadi senjata utamanya untuk membangun relasi yang lebih harmonis. Termasuk dengan elemen suporter. "Semoga saya bisa membantu PSIM meraih prestasi dan relasi yang lebih baik, di dalam maupun di luar lapangan," tandasnya. (ayu/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Iksan Mahar manajer PSIM Manajer baru PSIM Liga Kompas U-14 wartawan