Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra Ingin Super Elja seperti Spanyol

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 21:40 WIB
Direktur Teknis PSS Sleman Pieter Huistra
Direktur Teknis PSS Sleman Pieter Huistra
SLEMAN - Keberhasilan Timnas Spanyol merengkuh trofi Piala Dunia 2026 usai menumbangkan Argentina dengan skor tipis 1-0 di partai final, Senin (20/7/2026) dini hari, memantik perhatian jagat sepak bola tanah air. Tak terkecuali bagi juru taktik PSS Sleman Pieter Huistra.

Pelatih asal Belanda ini mengaku sangat terkesan dengan kedalaman skuad Tim Matador sepanjang turnamen. Keberhasilan Spanyol di panggung tertinggi sepak bola dunia itu dinilainya bukan karena faktor individu semata, melainkan buah dari soliditas kolektif yang luar biasa.

Baca Juga: Pelatih PSIM Jogja Van Gastel Tegaskan Kiper Cahya Supriyadi Tak ke Mana-Mana; Bantah Rumor ke Persib Bandung

Huistra pun tak ragu menjadikan permainan impresif Spanyol sebagai pelecut motivasi bagi anak-asuhnya di skuad Laskar Sembada. Pelatih berusia 59 tahun itu ingin Dominikus Dion dan kawan-kawan meniru etos kerja pasang surut yang ditunjukkan oleh Timnas Spanyol itu.

"Mereka bermain sebagai sebuah tim. Jadi itu juga merupakan contoh yang sangat baik bagi Sleman," bebernya, Senin (20/7/2026) siang. 

Mantan pelatih Borneo FC itu juga menekankan sepak bola modern menuntut kekompakan yang presisi di setiap lini. Baginya, menyamakan visi bermain di atas lapangan adalah kunci utama jika PSS ingin merangsek ke papan atas dan bersaing memperebutkan prestasi tertinggi di kompetisi Super League musim 2026/2027.

Baca Juga: Astra Motor Yogyakarta X Yayasan Putik Indonesia Berkarya, Berikan Edukasi Berkendara Aman bagi Masyarakat Kali Code

"Sleman juga harus bermain sebagai sebuah tim dan dengan begitu, Anda bisa meraih target yang tinggi," tegasnya.

Lebih lanjut Huistra juga memberikan wanti-wanti keras kepada anak asuhnya. Ia menilai, bakat individu yang melimpah di dalam tim tidak akan berbicara banyak jika ego-ego sentris masih mendominasi di dalam lapangan. Kolektivitas tim adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. "Jika Anda tidak bermain sebagai sebuah tim, itu akan sulit dilakukan," tandasnya. (ayu/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
PSS spanyol laskar sembada pieter huistra piala dunia 2026