Dua pembalap internasional Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji setelah makan malam bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Kilen, Minggu (17/7) malam. (Rizky Wahyu/Radar Jogja)
JOGJA - Dua pembalap internasional Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji sowan menghadap Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X di area Keraton Kilen, Minggu (19/7) malam. Keduanya memohon doa restu kepada Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sebelum bertolak menghadapi ketatnya kompetisi yang akan mereka hadapi.
Kedatangan dua pembalap tersebut didampingi langsung oleh perwakilan manajemen dan Direktur ITDC (InJourney Group) Ahmad Fajar. Momentum sowan ini menjadi krusial, mengingat Veda Ega Pratama merupakan putra asli Gunungkidul, sementara Mario Suryo Aji berasal dari Magetan, Jawa Timur, yang secara kultural masih memiliki irisan historis dengan Trah Mataraman.
Langkah sowan tersebut juga dinilai sebagai bentuk etika budaya sekaligus pemompa motivasi psikologis menjelang penampilan mereka di Sirkuit Internasional Mandalika, Nusa Tenggara Barat mendatang.
HB X pun turut memberikan wejangan mendalam bagi kedua pembalap belia ini. Kesiapan mental dan keteguhan hati saat harus beradu cepat dengan para jawara dari berbagai belahan dunia penting untuk diperhatikan.
Oleh karena itu, HB X meminta agar mental inferior atau merasa kecil hati dibuang jauh-jauh sebelum roda motor menyentuh aspal lintasan sirkuit.
"Karena sudah pilihannya itu jadi pembalap, jangan mengatakan, wah ini susah, itu berat, tidak bisa. Ya wes kalah sebelum bertanding," pesannya.
Pembalap, lanjutnya, harus memiliki motivasi untuk survive. "Enggak perlu punya kekhawatiran susah, angel. Tapi punya motivasi untuk memenangkan setiap pertandingan," pinta HB X.
Lebih lanjut, HB X juga menitipkan pesan agar kekuatan tekad harus lahir dari dalam sanubari sang pembalap sendiri. Sebab menurutnya, dukungan eksternal berupa fasilitas mapan maupun sokongan moral dari pemerintah daerah dan promotor tidak akan berdampak maksimal jika rider tidak memiliki kemantapan diri yang kokoh untuk bertarung.
Namun saat disinggung soal dukungan nyata Pemprov DIY soal pembangunan sirkuit representatif lokal untuk menunjang latihan talenta muda di Jogja, HB X enggan berkata banyak. "Ya maunya (membangun sirkuit), tapi apakah memenuhi standar?," tanyanya kepada wartawan.
Sementara itu, Veda Ega Pratama mengaku bersyukur bisa diterima langsung oleh Sri Sultan HB X. Dia pun turut berterima kasih atas restu spiritual dan moral yang telah diberikan. "Saya sangat senang dan bangga bisa bertemu dengan Ngarsa Dalem," ungkapnya. (ayu)