KULON PROGO - Open Turnamen Catur Bupati Kulon Progo Cup ke-XVI kembali digelar tahun ini, Minggu (19/7) di Balai Kalurahan Sendangsari. Ratusan pecatur dari wilayah Kulon Progo, DIY, hingga Jateng berkompetisi dalam turnamen itu. Tak hanya sekedar kompetisi, Bupati Cup berusaha menjaring pecatur lokal untuk daerah.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menjelaskan, turnamen catur rutin digelar. Tiap tahunnya, perkembangan turnamen tersebut melebihi ekspetasinya. Lantaran, jangkauan turnamen catur mulai didengar pecatur dari luar daerah. Hal ini dibuktikan keikutsertaan pecatur dari Provinsi Jawa Tengah hingga Jawa Timur.
"Ini luar biasa, jangkauannya semakin luas," ucap Agung, Minggu (19/7).
Turnamen catur yang digelar selama sehari ini, mempertemukan 140 peserta dengan tiga kategori. Diantranya 33 pecatur jenjang SD, 20 pecatur tingkat SMP, dan 87 pecatur kategori Open. Keberadaan turnamen menjadi sarana dalam menempa kemampuan pencatur lokal. Terutama saat berhadapan dengan pecatur dari luar daerah.
Agung menjelaskan, kompetis merupakan salah satu sarana dalam pembinaan atlet. Latihan yang selama ini dilakukan oleh atlet dapat diuji dalam turnamen. Utamanya, masalah mental saat berhadapan dengan lawan yang sepadan. Selain itu, turnamen menjadi sarana untuk evaluasi atlet agar latihannya tak sia-sia.
Turnamen catur yang digelar rutin diharapkan mampu menjaring potensi atlet muda lokal. Pasalnya, regenerasi atlet catur diperlukan bagi daerah. Catur merupakan bagian dari olahraga yang masuk cabang di Pekan Olahraga Nasional (PON). Harapannya, dari kompetisi di tingkat daerah akan muncul pecatur profesional yang mampu membanggakan Kulon Progo.
Sementara itu, Ketua Umum Pengkab Percasi Kulon Progo Ariadi menjelaskan, sengaja mengadakan open turnamen. Tujuannya, untuk membuka peluang bagi pecatur luar daerah yang hendak ikut serta dalam turnamen. Keberadaan pecatur luar daerah mampi menghadirkan atmosfer kompetisi level tinggi.
"Kulon Progo belum memiliki pecatur gelar master nasional," ungkapnya.
Kehadiran pecatur luar daerah dengan gelar master mampu memberikan atmosfer baru untuk pembentukan iklim kompetisi. Lantaran terdapat enam master dan satu fide master catur. Keberadaan pecatur bergelar dapat memantik semangat atlet muda untuk menekuni dunia catur. (gas)
Editor : Bahana.