Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra Ingin Tim yang Kolektif, Pemain Direkrut Berdasarkan  Kebutuhan Taktikal Tim

Adib Lazwar Irkhami • Jumat, 17 Juli 2026 | 20:48 WIB
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra. (Foto: Rizky Wahyu/Radar Jogja)
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra. (Foto: Rizky Wahyu/Radar Jogja)

SLEMAN - Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra menegaskan aktivitas transfer klub di bursa pemain musim ini tidak dilakukan asal-asalan. Pelatih asal Belanda itu memastikan seluruh penggawa baru yang mendarat di Bumi Sembada murni direkrut berdasarkan kebutuhan taktikal tim, bukan sekadar mengumpulkan nama besar.

Selain wajib memiliki atribut skill di atas rata-rata, Huistra membeberkan para pemain anyar dipilih karena karakteristik permainan klop dengan filosofi sepak bola yang ingin diterapkan. Indikator itu dinilai krusial agar proses adaptasi di ruang ganti bisa berjalan lebih instan dan efektif sebelum kompetisi bergulir.

Baca Juga: Bek PSIM Jogja Yusaku Yamadera Ingin Merintis Bisnis Kuliner  di Indonesia

"Dalam sepak bola, memiliki banyak pemain berkualitas tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi pelatih. Namun itu bukanlah faktor yang paling menentukan prestasi," bebernya, Jumat (17/7/2026).

Bukan tanpa alasan Huistra menginginkan hal ini. Sebab, mantan juru taktik Borneo FC ini tidak mau kemewahan materi pemain yang dimiliki akan menjadi sia-sia. Itu jika ego individu masih mendominasi di dalam lapangan.

Apalagi, baginya kunci utama untuk mendongkrak performa PSS di musim 2026/2027 nanti terletak pada kolektivitas dan kemauan pemain untuk saling meredam ego demi tim kebanggaan masyarakat Bumi Sembada. "Kesuksesan lahir dari sebuah tim yang solid, kompak, dan mampu bekerja bersama sebagai satu kesatuan," lontarnya.

Baca Juga: 20 Gunungan Hasil Panen Ikut Diarak pada Rasulan Wiladeng sebagai Wujud Syukur

Oleh karena itu, Huistra mewanti-wanti kepada anak asuhnya segera menyatukan chemistry untuk mengarungi kompetisi Super League musim 2026/2027. Sebab, pelatih 59 tahun ini tidak ingin PSS hanya bergantung satu atau dua pemain bintang di setiap laga.

Kolektivitas permainan di atas lapangan hijau menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar. "Tanpa adanya kekompakan tim, akan sangat sulit bagi kami untuk mencapai target dan hasil yang diharapkan musim ini," tandasnya. (ayu/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
transfer klub PSS bursa pemain Belanda pieter huistra