YOGYAKARTA — Dominasi Jannik Sinner di pentas tenis dunia kian tak terbendung. Petenis nomor satu dunia asal Italia tersebut sukses mempertahankan gelar juara tunggal putra Wimbledon setelah menyudahi perlawanan sengit Alexander Zverev melalui pertarungan dramatis empat set, dengan skor akhir 6-7(7), 7-6(2), 6-3, dan 6-4 pada babak final yang digelar Senin (13/7/2026).
Kemenangan di atas rumput Centre Court All England Club ini menasbihkan trofi Wimbledon kedua secara beruntun bagi Sinner, sekaligus menjadi gelar Grand Slam kelima sepanjang karier profesional petenis berusia 24 tahun tersebut. Atas keberhasilan ini, Sinner berhak membawa pulang hadiah rekor tertinggi dalam sejarah turnamen, yakni sebesar £3,6 juta (atau sekitar Rp73,2 miliar).
Duel Sengit Tiga Jam Lebih Tanpa Break Point
Pertandingan pamungkas ini berjalan sangat ketat sejak awal. Kedua finalis tampil begitu dominan dan tanpa celah saat memegang servis. Rapatnya pertahanan dan kokohnya akurasi servis membuat break pertama baru bisa tercipta setelah laga berjalan hampir tiga jam.
Sinner sempat kehilangan set pertama lewat drama tie-break yang menegangkan. Namun, mentalitas juara berbicara. Perlahan tapi pasti, ia mengambil alih kendali permainan pada set kedua dan mendikte jalannya laga.
Petenis unggulan pertama ini menutup pertandingan dalam waktu total 3 jam 46 menit, dengan menorehkan statistik impresif berupa 58 winner dan hanya menghadapi satu break point di sepanjang laga.
Keberhasilan ini membawa Sinner masuk ke dalam daftar elite. Ia resmi menjadi petenis ke-10 di era Open yang mampu mempertahankan gelar tunggal putra Wimbledon secara berturut-turut setelah pertama kali merengkuhnya pada edisi 2025 lalu.
Reaksi Kocak Zverev dan Kerendahan Hati Sinner
Di sisi lain, kekalahan ini memaksa Alexander Zverev harus puas keluar sebagai runner-up dan berhak atas hadiah sebesar £1,8 juta (sekitar Rp36,6 miliar). Meski kalah, menembus partai final merupakan pencapaian terbaik petenis Jerman berusia 29 tahun tersebut selama tampil di All England Club, yang sekaligus mendongkrak posisinya naik ke peringkat dua dunia.
Saat sesi wawancara di atas lapangan, Zverev sempat melontarkan kelakar yang mengundang tawa penonton terkait dominasi Sinner atas dirinya.
"Pertama-tama, Jannik, aku tidak terlalu menyukaimu lagi! Aku sudah kalah sembilan kali berturut-turut darimu," canda Zverev di lapangan. "Namun, dia sekali lagi menunjukkan mengapa dia adalah pemain terbaik di dunia. Sebuah kehormatan besar bisa berbagi arena Centre Court denganmu."
Sinner pun membalas pujian tersebut dengan memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan rivalnya yang baru saja menjuarai Grand Slam di Paris beberapa waktu lalu.
"Berdiri di sini, Anda bisa merasakan ketegangan sejak Minggu pagi saat bangun tidur. Ini adalah hari yang sangat, sangat spesial. Anda tidak pernah tahu berapa kali Anda bisa kembali ke laga final hari Minggu, jadi saya tidak pernah menganggap remeh hal ini," tutur Sinner emosional saat memegang trofi emasnya.
Rekor Total Hadiah Wimbledon 2026
Edisi Wimbledon 2026 mencatatkan sejarah baru dengan total nilai hadiah (purse) keseluruhan mencapai angka fantastis sebesar £64,2 juta (sekitar Rp1,3 triliun), naik £10 juta dari tahun sebelumnya.
Di sektor tunggal putri, petenis Linda Noskova berhasil keluar sebagai juara untuk pertama kalinya dan berhak menerima nominal hadiah yang sama dengan Sinner. Berikut adalah rincian pembagian hadiah uang tunai untuk sektor tunggal putra dan putri berdasarkan babak eliminasi di Wimbledon 2026:
Juara (Winner): £3.600.000 (Rp73,2 Miliar)
Runner-up: £1.800.000 (Rp36,6 Miliar)
Semifinal: £900.000 (Rp18,3 Miliar)
Perempat Final: £480.000 (Rp9,7 Miliar)
Babak Keempat: £300.000 (Rp6,1 Miliar)
Babak Ketiga: £185.000 (Rp3,7 Miliar)
Babak Kedua: £126.000 (Rp2,5 Miliar)
Babak Pertama: £80.000 (Rp1,6 Miliar)
Editor : Bahana.