JOGJA - Jeda kompetisi menjadi momentum bagi kiper muda PSIM Jogja Gilang Ardha Pradipta Purnama, untuk mengevaluasi perjalanan musim perdananya bersama tim senior.
Meski belum mencatatkan debut di BRI Super League 2025/2026 lalu, penjaga gawang berusia 20 tahun itu menganggap satu musim berada di lingkungan skuad utama sebagai bekal berharga untuk menghadapi persaingan di musim berikutnya.
Sepanjang musim lalu, Gilang berstatus sebagai kiper keempat PSIM di bawah Cahya Supriadi, Harlan Suardi, dan Khairul Fikri.
Kesempatan bermain memang belum datang, tetapi ia tetap menikmati setiap proses yang dijalani, mulai dari berlatih bersama pemain senior hingga merasakan atmosfer pertandingan sebagai bagian dari skuad.
Baca Juga: Pasca-Perda KTR Melunak, Pasang Reklame Rokok di Kulon Progo Stiker Pajaknya Pemkab Wonogiri
Selama ikut latihan bersama tim utama, Gilang mengaku terus mendapat arahan dari Pelatih Jean Paul van Gastel.
Menurutnya, pelatih asal Belanda itu selalu mengingatkan agar tetap menjaga semangat dan fokus dalam setiap kesempatan.
"Dari pelatih bilang ke saya untuk terus semangat sama fokus," ujar Gilang soal pesan yang selalu disampaikan Van Gastel, Selasa (7/7/2026).
Meski belum mendapat kesempatan tampil, Gilang sempat tiga kali masuk daftar susunan pemain sepanjang musim lalu.
Salah satu momen yang paling membekas terjadi saat PSIM menghadapi Persija Jakarta.
Ketika itu, ia nyaris menjalani debut setelah Khairul Fikri sempat mengalami masalah di tengah pertandingan. Namun, pergantian kiper akhirnya tidak terjadi.
Pengalaman tersebut justru semakin menguatkan tekadnya untuk selalu siap apabila sewaktu-waktu dipercaya mengawal gawang Laskar Mataram.
"Kalau bisa main alhamdulillah, kalau enggak ya tidak apa-apa. Yang penting kalau ada momen harus siap. Bagimana pun juga harus siap dan profesional kan," kata kiper yang juga mahasiswa UAD itu.
Berakhirnya kompetisi tidak mengubah cara pandang Gilang terhadap kariernya.
Baca Juga: Jürgen Klopp Segera Latih Timnas Jerman? Kontrak hingga 2030 Dikabarkan Segera Ditandatangani
Alih-alih memasang target muluk untuk musim depan, pemain kelahiran 14 Maret 2006 itu memilih terus mengumpulkan pengalaman dan meningkatkan kualitas diri.
Secara pribadi, dia juga belum menjadikan kesempatan membela Tim Nasional Indonesia sebagai ambisi utamanya dalam waktu dekat.
"Belum kepikiran mau debut di PSIM, yang penting lakuin aja step-by-step. Kalau bisa masuk Timnas itu bonus dan rezeki. Yang penting kariernya lancar aja di sepak bola," tandasnya. (iza/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita