JOGJA - Usai terpilih menjadi Presiden Brajamusti, RM Satrio Wijayanto langsung tancap gas dengan menegaskan komitmennya dalam mengawal kondusivitas sepak bola di tanah Mataram.
Menyongsong musim 2026/2027, jargon Mataram Is Love dipastikan tidak akan kendor demi menjaga situasi wilayah yang aman dan nyaman.
Pria yang akrab disapa Dodok ini menegaskan, menjaga jalinan komunikasi dan kerukunan bukan sekadar wacana musiman.
Pihaknya berkomitmen untuk menginstruksikan seluruh laskar Brajamusti di akar rumput agar aktif membuka ruang dialog dengan komunitas suporter lain, termasuk dengan para pendukung PSS Sleman.
"Kalau untuk ke depannya terkait islah itu, saya akan tetap selalu menjaga di laskar-laskar seluruh wilayah DIY untuk menjalin komunikasi dengan setiap komunitas-komunitas di luar suporter PSIM," bebernya, Senin (29/6/2026).
Bukan tanpa alasan Dodok berujar demikian. Sebab, menurutnya, langkah taktis yang akan dilakukan tidak hanya menyasar wilayah aglomerasi perkotaan, melainkan merata ke seluruh sudut Jogjakarta.
Ia menyebut pergerakan ini akan menyisir seluruh wilayah, mulai dari Sleman, Bantul, Gunungkidul, hingga wilayah barat seperti Kulon Progo.
Bahkan juga basis massa yang berada di luar DIY. "Semuanya, seluruh wilayah DIY dan di luar DIY juga," lontarnya.
Dodok menyatakan esensi dari mendukung sebuah klub sepak bola tidak boleh mengorbankan nilai-nilai sosial yang lebih besar.
Rivalitas hanya 90 menit di atas lapangan hijau, tapi begitu peluit panjang berbunyi, digantikan dengan rasa persaudaraan sesama manusia.
Maka dari itu Dodok berharap, komitmen itu bisa tertanam kuat di sanubari setiap anggota Brajamusti dalam menyambut kompetisi musim depan.
""Harapan saya dari teman-teman itu, selalu mengedepankan dalam mendukung sebuah tim, rasa kemanusiaan ada di atas segalanya," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun