Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pindah Homebase ke SSA Bantul Sepi Penonton, Manajemen PSIM Jogja Butuh Dukungan Pemerintah

Adib Lazwar Irkhami • Jumat, 19 Juni 2026 | 21:32 WIB
TIDAK BERSTATUS SITAAN: Stadion Mandala Krida tidak menjadi barang sitaan KPK dalam perkara hukum pada kasus korupsi proyek 2016-2017, kemarin (16/5). (Rizky Wahyu/Radar Jogja)
Stadion Mandala Krida. (Foto: Rizky Wahyu/Radar Jogja)

JOGJA - Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno secara blak-blakan mengungkapkan beratnya beban yang harus dipikul manajemen saat ini.

Wanita yang akrab disapa Liana ini mengaku tak sanggup jika seluruh urusan, termasuk menyikapi penurunan jumlah penonton akibat perpindahan homebase ke Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, hanya dibebankan kepada manajemen semata.

"Berat banget. Saya sendiri juga nggak kuat gitu. Nggak kuat saya sendiri," katanya, Jumat (19/6/2026).

Oleh karena itu, dalam menyongsong kompetisi Super League musim 2026/2027 nanti, Liana menginginkan adanya dukungan dari pemerintah daerah.

Baca Juga: Kedatangan Pemain Baru PSS Sleman Akan Diumumkan Akhir Juni Nanti  

Meski selama ini pemerintah daerah telah memberikan dukungan moral bagi klub, tetapi di tengah situasi sulit seperti sekarang, PSIM butuh lebih dari sekadar restu.

Manajemen butuh aksi nyata di lapangan. ""Memang pemerintah setempat sudah mendukung secara moral. Tapi kami perlu juga realisasi," bebernya.

Liana membutuhkan dukungan dari pemerintah setempat  karena saat ini manajemen menyadari betul dinamika politik dan arah kebijakan nasional yang dinilainya kurang berpihak pada sektor olahraga dan infrastruktur penunjangnya. Berbeda dengan periode pemerintahan sebelumnya.

"Ya, memang itu dimengerti, tidak mudah juga," cetusnya.

​Maka dari itu, melihat situasi yang serbasulit ini Liana mencoba realistis.

Baca Juga: Mantan Bek Kanan Persija Rio Fahmi Santer Dikaitkan dengan PSS Sleman

Jika memang bantuan konkret dari pemangku kebijakan belum bisa mengalir, pihak manajemen hanya mengetuk pintu hati semua pihak untuk setidaknya menyelipkan doa terbaik bagi eksistensi PSIM di kancah sepak bola tanah air.

"Kalau misalnya belum bisa membantu PSIM, at least bantu doa aja deh gitu untuk PSIM. Supaya kami terus bertahan di Liga 1 selamanya," tegasnya.

​Bagi Liana, PSIM bukan sekadar klub sepak bola yang mengejar profit semata.

Lebih dari itu, ada roda ekonomi yang bisa menjadi berkah bagi masyarakat DIY.

"Walaupun kami belum cuan (untung) ya. Bisa menjadi berkah bagi teman-teman yang bekerja di sini semua sebagai panpel, dari yang sekecil-kecil apa pun," tandasnya. (ayu/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Mandala Krida #PSIM #Korupsi Mandala Krida #Yuliana Tasno #PSIM Jogja