JOGJA - Manajemen PSIM Jogja berharap Laskar Mataram bisa memakai Stadion Mandala Krida sebagai homebase.
Manajemen menargetkan agar tim yang lahir pada 5 September 1929 ini bisa memakai stadion kebanggaan masyarakat Jogja ini dalam rentang waktu dua tahun lagi.
Direktur Utama PSIM Yuliana Tasno mengatakan, pihak manajemen saat ini memang sangat menginginkan agar Mandala Krida kembali bergemuruh oleh dukungan suporter, baik Brajamusti ataupun The Maident.
Hal itu bahkan sampai terbawa ke dalam mimpi di setiap malamnya.
"Semoga dua tahun lagi (Mandala Krida) bisa dipakai," jelasnya, Jumat (19/6/2026).
Bukan tanpa alasan manajemen PSIM begitu menginginkan ke Mandala Krida.
Sebab, bagi wanita yang akrab disapa Liana ini, stadion itu memiliki potensi besar untuk menjadi representasi wajah sepak bola sesungguhnya di DIY.
Oleh karena itu, manajemen mengaku sangat menyayangkan kondisi infrastruktur stadion saat ini yang belum maksimal.
Menurut Liana, jika proses pembangunan atau renovasi Mandala Krida digarap dengan serius dan benar, stadion itu bisa bertransformasi menjadi arena yang sangat representatif. "Maksudnya, seharusnya itu menjadi rumah sepak bola untuk DIY," cetusnya.
Ketidakpastian regulasi dan kelayakan Mandala Krida memaksa PSIM harus kembali mengungsi ke Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul dalam kompetisi Super League musim 2026/2027 nanti. Kondisi itu pun juga membuat manajemen melakukan evaluasi mendalam dari sisi finansial.
Maka dari itu, Liana membeberkan saat ini manajemen tengah melakukan sebuah gerakan internal (movement) untuk mengkaji dampak ekonomi akibat perpindahan homebase ini.
Ia mulai menghitung secara rinci kerugian dan beban operasional yang harus ditanggung klub akibat tidak bisa bermain di pusat Kota Jogja.
"Misalkan kalau kami gak main di Mandala Krida lagi nih, dalam satu-dua musim terakhir dengan satu musim ini kami hanya di SSA.
Secara operasional dan sebagainya, akan gimana gitu? Pasti ada dampaknya," lontarnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun