SLEMAN - Pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Sleman periode 2026-2030 resmi dilantik di Pendopo Parasamya, Pemkab Sleman, Minggu (14/6/2026).
Kepengurusan baru di bawah komando Deny Ardianta itu menargetkan penguatan tata kelola organisasi, pembinaan usia dini, hingga peningkatan kualitas kompetisi sebagai fondasi kemajuan sepak bola di Bumi Sembada.
Dalam sambutannya, Deny mengatakan jabatan ketua Askab PSSI Sleman merupakan amanah besar untuk mengawal harapan masyarakat setempat terhadap kemajuan sepak bola daerah.
"Jabatan ini sebuah kehormatan sekaligus membawa konsekuensi tanggung jawab moral yang sangat berat," ucapnya.
Baca Juga: Razia Miras Ilegal, Satpol PP Sita 121 Botol: Diperjualbelikan tanpa Izin di Wonosari dan Playen
Menurut Deny, sepak bola merupakan olahraga yang mengajarkan pentingnya kerja sama dan kolaborasi.
Filosofi itu akan menjadi landasan utama dalam menjalankan roda organisasi selama empat tahun ke depan.
"Esensi mendasar sepak bola itulah yang ingin saya bawa ke dalam organisasi PSSI. Saya tidak bisa bekerja sendiri.
PSSI Sleman tidak akan pernah bisa berjalan jika hanya mengandalkan ketua dan pengurus inti saja," bebernya.
Sebagai arah kebijakan periode 2026-2030, Askab PSSI Sleman akan memprioritaskan penguatan tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel.
Baca Juga: Bupati Harda Kiswaya Pastikan Komitmen Owner PSS Sleman Bawa Tim Bersaing di Papan Atas
Program strategis yang akan dijalankan meliputi standarisasi kompetisi usia dini, peningkatan kualitas perangkat pertandingan, serta sertifikasi pelatih lokal.
"Target-target besar ini memang terdengar ambisius, tetapi akan mustahil tercapai jika kami bergerak sendiri-sendiri," tegasnya Deny.
Sementara, Ketua Umum Asprov PSSI DIJ Dessy Arfianto menjelaskan, keberhasilan pembangunan sepak bola Jogjakarta sangat bergantung pada kekuatan organisasi di tingkat kabupaten dan kota.
Hal itu membutuhkan sinergi bersama antara seluruh pemangku kepentingan.
Tak hanya itu, bagi Desy pembinaan sepak bola juga harus dilakukan secara berjenjang, dimulai sekolah sepak bola dan klub-klub akar rumput.
Selanjutnya, talenta-talenta muda itu perlu difasilitasi melalui kompetisi yang dikelola Askab hingga mampu menembus level yang lebih tinggi.
"Kami berharap ke depan akan mendengar nama-nama anak Sleman yang menghiasi skuad Timnas Indonesia.
Itu mimpi yang harus diperjuangkan bersama mulai dari sekarang," cetusnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun