JOGJA - Kerinduan para suporter PSIM Jogja untuk bisa mendukung tim kebanggaannya berlaga di Stadion Mandala Krida, nampaknya segera terwujud. Pemkot bersama DPRD Kota Jogja telah memberikan lampu hijau terkait komitmen pengadaan fasilitas lampu di stadion kebanggaan masyarakat Kota Jogja itu.
Komitmen Pemkot Jogja dan DPRD Kota Jogja itu mencuat secara terbuka di sela-sela agenda Musyawarah Daerah (Musda) Brajamusti.
Di hadapan ribuan pasang mata Brajamusti, Wali Kota Hasto Wardoyo langsung menjanjikan lampu stadion kepada para suporter.
"Sebetulnya pemerintah kota secara finansial tidak ada masalah untuk anggaran membeli lampu," tegasnya saat memberi sambutan di Ruang Bima Balai Kota Jogja, Minggu (14/6/2026).
Baca Juga: Imbas Kenaikan BBM, Pemkab Sleman Lakukan Penghitungan Ulang Anggaran
Meski secara finansial sudah siap, Hasto tetap menggarisbawahi adanya beberapa persyaratan administratif dan legalitas yang harus tuntas terlebih dahulu sebelum fisik lampu dipasang.
"Tinggal persyaratan untuk bisa meletakkan atau membangun lampu itu yang kami harapkan ada," lontarnya.
Sementara Ketua DPRD Kota Jogja FX Wisnu Sabdono Putro menyatakan, seluruh fraksi di DPRD Kota Jogja siap bersinergi dengan wali kota dan wakil wali kota demi meloloskan anggaran perlampuan itu.
Akan tetapi, pihaknya tetap mengingatkan ada tahapan krusial yang wajib dilalui.
Mengingat, Stadion Mandala Krida sempat tersangkut persoalan hukum di masa lalu.
Maka dari itu, saat ini DPRD Kota Jogja harus memastikan terlebih dahulu seluruh proses administrasi, termasuk koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan pengecekan lapangan awal atau Mutual Check Nol (MC-0) klir tanpa celah hukum.
"Prinsipnya kami di DPRD, khususnya untuk kemajuan PSIM, kami siap mendukung untuk menganggarkan urusan perlampuan ini.
Oh, jane urusan duit ra masalah itu kok, ada anggarannya," bebernya.
Disinggung kepastian waktu penyerapan anggaran, Wisnu menyebut celah terdekat ada pada sela-sela pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).
""Kalau memang (urusan hukum dan izin) itu sudah selesai, baru nanti kami anggarkan secepatnya.
Kalau memang perlu, nanti kan di bulan Juli-Agustus ini, perubahan. Kalau perlu kita anggarkan, ya kita anggarkan. Lebih cepat lebih baik," lontarnya.
Di sisi lain, Presiden Brajamusti Muslich Burhanudin mengatakan permohonan untuk menyalakan kembali lampu Mandala Krida bukan sekadar urusan teknis pertandingan sepak bola saja.
Sebab, baginya, lampu itu adalah simbol marwah dan harapan baru bagi sepak bola Jogja.
"Sebuah harapan sederhana dari kami, Brajamusti, untuk menyalakan lampu-lampu di rumah kami, Mandala Krida.
Tempat yang telah melahirkan begitu banyak kenangan. Ketika lampu itu menyala, itu bukan hanya cahaya yang menerangi stadion, tapi cahaya harapan yang menerangi seluruh warga Jogja," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun