Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tidak Bisa Berkandang di Stadion Mandala Krida Jadi Masalah Pendapatan Tim bagi  PSIM Jogja

Adib Lazwar Irkhami • Kamis, 11 Juni 2026 | 20:56 WIB
Direktur Utama Laskar Mataram Yuliana Tasno mengaku berpindahnya homebase ke Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul berdampak signifikan secara finansial, terutama dari sektor pendapatan tiket penonton. (Foto-foto: Rizky Wahyu/Radar Jogja)
Direktur Utama Laskar Mataram Yuliana Tasno mengaku berpindahnya homebase ke Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul berdampak signifikan secara finansial, terutama dari sektor pendapatan tiket penonton. (Foto-foto: Rizky Wahyu/Radar Jogja)

 JOGJA - Belum bisanya PSIM Jogja berkandang di Stadion Mandala Krida berdampak bagi pendapatan tim.

Direktur Utama Laskar Mataram Yuliana Tasno mengaku berpindahnya homebase ke Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul berdampak signifikan secara finansial, terutama dari sektor pendapatan tiket penonton.

"Kami kan mengalkulasi ya dari pemasukan tiket dan lain-lain," katanya, Kamis (11/6/2026). Menurutnya, faktor perizinan dari pihak keamanan juga dinilai sangat menantang.

Akibatnya, kuota penonton kerap dipangkas jauh dari kapasitas asli stadion.

Setiap match, lanjut wanita yang akrab disapa Liana ini, PSIM hanya mendapatkan total delapan ribu kuota penonton.

Baca Juga: Apresiasi Warga, Polsek Sentolo Kulon Progo Sambang dan Cek Pos Kamling Tegowanu di Kaliagung

Padahal basis suporter tim kebanggaan masyarakat Kota Jogja ini sangat besar sekali. 

"Tapi sekali lagi, satu infrastrukturnya enggak memadai memang. Mau bicara di SSA itu udah terlalu tua, di Mandala infrastrukturnya rusak. Tapi kami kan mendahulukan keamanan," lontarnya.

Meski dihadapkan pada situasi pelik terkait stadion, Liana mengaku tetap optimistis dengan masa depan klub.

Baginya, PSIM memiliki nilai historis yang setara dengan klub-klub raksasa pendiri PSSI lain seperti Persib Bandung maupun Persija Jakarta.

Tak hanya itu, Liana juga meyakini dengan basis massa yang besar di Jawa Tengah dan DIY, daya tarik Laskar Mataram tidak akan pudar.

Baca Juga: Pembahasan Raperda Perlindungan Perempuan dan Anak di Kota Jogja Dikebut, Restitusi Bagi Korban Masuk Poin Utama

 Sehingga, fokus utama manajemen saat ini adalah menyehatkan kondisi klub dan menggenjot performa tim di lapangan hijau.

""PSIM bisa menjadi klub yang menjadi kebanggaan. Kalau itu berjalan, saya yakin suporter juga pasti akan mengikuti," tegasnya.

Oleh karena itu, saat ini Liana ingin manajemen menggandeng seluruh stakeholder di Jogja.

Sebab, PSIM tidak akan bisa berjalan sendirian tanpa adanya sinergi dan dukungan dari berbagai pihak, mulai akar rumput hingga jajaran pemerintah daerah.

​"PSIM ini bukan punya entitas tertentu kok, ini punya masyarakat. Memang harus didukung, dari suporter akar rumput, pemerintah kota untuk perizinan dan lain-lain.

Tapi fokus saya sekarang ini, benar-benar ke performa tim," tandasnya. (ayu/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#stadion sultan agung #PSIM #stadion #SSA #Yuliana Tasno