JOGJA - Manajemen PSIM Jogja tak ingin setengah-setengah dalam menatap kompetisi Super League musim 2026/2027. Selain melakukan pembenahan fasilitas stadion demi kenyamanan tim dan suporter, manajemen Laskar Mataram kini juga mulai bergerak agresif untuk menyusun kekuatan skuad.
Direktur Utama PSIM Yuliana Tasno mengatakan, saat ini proses negosiasi dengan sejumlah pemain incaran dilaporkan sedang berjalan intensif. Langkah cepat ini diambil agar tim bisa benar-benar siap bersaing sejak awal kompetisi mendatang.
"PSIM serius mempersiapkan tim secara keseluruhan untuk musim depan. Saat ini manajemen juga masih terus melakukan proses negosiasi pemain yang dipersiapkan untuk musim depan," jelasnya, Selasa (9/6).
Sementara General Manajer (GM) PSIM Steven Sunny Salvatore mengatakan, pergerakan tim di bursa transfer sudah berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Itu juga termasuk perekrutan kuota legiun asing. "Sudah, sudah semua. Semua kami sudah bergerak sesuai rencana yang sudah ada," bebernya.
Meski begitu, Steven mengungkapkan kebijakan transfer PSIM di musim depan tidak akan mengarah pada pembongkaran skuad secara ekstrem. Sebab saat ini, pihak manajemen sudah mengantongi fondasi utama tim.
Oleh karena itu, fokus pergerakan yang dilakukan manajemen saat ini adalah melakukan evaluasi mendalam pada titik-titik lemah di musim 2025/2026 dan menyempurnakannya secara spesifik.
"Kerangka kami sudah punya. Jadi intinya itu adalah weakness point-nya kami lebih ke apa yang harus kami improve. Kami akan improve itu," cetusnya.
Bukan tanpa alasan Sunny mengatakan hal ini. Sebab, manajemen PSIM saat ini ingin menjaga kesinambungan tim yang sudah ada, sekaligus menambal pos-pos yang dinilai masih kurang maksimal.
"Ya, kami improve-lah, bukan upgrade. Nanti upgrade berkesan gimana gitu. Kami akan meng-improve semua aspek yang kami perlu improve," tandas Steven. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun