JOGJA - Kompetisi Super League musim 2026/2027 dipastikan bakal semakin meriah dengan hadirnya kembali duel panas bertajuk Derby DIY.
Kepastian ini didapat usai PSS Sleman secara resmi promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan.
Klub berjuluk Super Elang Jawa ini naik kasta setelah menyandang status sebagai runner-up pada kompetisi Championship musim 2025/2026.
Kembalinya PSS ke level utama sepak bola Indonesia itu membuat anak-anak Sleman akan bertemu dengan rival sekotanya, PSIM Jogja.
Meski mengetahui laga bertajuk Derby DIY ini memiliki tensi luar biasa, Direktur Utama PSIM Yuliana Tasno berharap laga nanti tetap bisa digelar dengan penonton.
Bagaimana pun juga tiket dari para penonton merupakan sumber pendapatan dari klub. "Harapannya seperti itu," tegasnya, Minggu (7/6).
Kendati sangat berharap Derby DIY itu nanti tetap bisa digelar dengan penonton, wanita yang akrab disapa Liana ini tetap akan menghormati kebijakan dari pihak kepolisian. Sebab, menurutnya, keamanan menjadi harga mati dari gelaran kompetisi sepak bola.
"Jadi bagaimanapun arahan dari pemegang kepentingan perizinan itu akan kami hormati, walaupun saya punya harapan seperti itu (dengan penonton)," tuturnya.
Selain itu, lanjut Liana, apabila laga Derby DIY itu nanti diizinkan untuk memakai penonton, pihak manajemen PSIM ingin kedua suporter, baik dari Laskar Mataram maupun PSS bisa saling dewasa dan saling menjaga nama baik klub masing-masing.
"Karena perilaku dari oknum segelintir itu yang bisa merusak kebaikan klub yang begitu besar atau nama besar yang memang sedang berkompetisi gitu," lontarnya.
Maka dari itu, Liana berharap seluruh suporter selalu bersikap dewasa. Mengingat sebuah klub besar itu tidak bisa bergantung terhadap kekuatan manajemen, atau kekuatan pemerintah setepat saja.
Akan tetapi, dari pihak akar rumput (suporter) yang harus mendukung klub kebanggaan atau kecitaan mereka. "Harus dewasa, kami udah harus dewasa," bebernya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun