SLEMAN - Kahudi Wahyu Widodo angkat bicara terkait polemik antara dirinya dengan manajemen PT Mahesa Jenar Semarang. Kahudi mendesak manajemen PSIS Semarang segera menyelesaikan kewajiban terkait hak-haknya secara profesional.
Ia menegaskan, persoalan internal yang sedang melilit klub tidak dijadikan dalih untuk menunda atau mengaburkan penyelesaian hak yang seharusnya ia terima. "Saya tidak ingin masalah internal klub dijadikan alasan untuk menyelesaikan masalah ini. Kami tahu profesionalisme dan harus menghormati perjanjian kerja sama," katanya, Kamis (4/6).
Tak hanya itu, atas persoalan ini Kahudi juga mengaku akan mengembalikan fasilitas mobil yang diberikan kepada manajemen PSIS. Itu demi menghindari konflik hukum atau polemik di kemudian hari.
"Mohon maaf atas apa yang saya lakukan, karena saya hanya ingin hak saya segera diselesaikan. Saya tidak ingin ada masalah dengan kendaraan yang ada di saya," jelasnya.
Oleh karena itu, Kahudi menyayangkan sikap manajemen yang dinilai menyepelekan substansi kontrak kerja tertulis dengan kesepakatan-kesepakatan di luar dokumen resmi. Sebab, menurutnya, segala sesuatu harus dikembalikan pada hitam di atas putih yang telah disepakati sejak awal.
"Tidak profesional apa yang ada di kontrak kerja saya, seharusnya itu yang dibuat dasar. Jangan bicara perseorangan. Kalau ada kesepakatan di luar itu, ya berarti urusan internal perusahaan," cetusnya.
Dengan berbagai persoalan itu, Kahudi mengaku sangat menyayangkan konflik-konflik finansial seperti ini masih saja terjadi. Padahal, saat ini gairah dan tren sepak bola nasional sedang berada di grafik positif.
Baca Juga: Betah di Jogja, Alasan Pelatih Van Gastel Tetap Bersama PSIM Jogja
Bagi Kahudi, iklim kompetisi di Liga Indonesia saat ini sudah menunjukkan progres menjanjikan. Sehingga seharusnya bisa menjadi role model bagi pembinaan usia muda di bawahnya.
Namun, perkembangannya justru kerap terganjal oleh tata kelola klub yang belum sepenuhnya profesional. "Sayang sekali jika hal-hal sederhana seperti ini masih terjadi," tandasnya.
Sementara Radar Jogja sendiri sudah mencoba untuk mengonfirmasi manajemen PSIS Semarang. Akan tetapi sampai berita ini diturunkan pihak manajemen belum memberikan respons. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun