JOGJA - Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel mengungkapkan alasan kuat di balik keputusannya untuk terus menakhodai Laskar Mataram.
Juru taktik asal Belanda ini menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar mengejar prestasi instan, melainkan membangun fondasi klub yang kokoh dan berkelanjutan.
Apalagi, di mata mantan pemain Feyenoord ini, manajemen dan jajaran pemilik PSIM menunjukkan keseriusan yang luar biasa dalam membangun stabilitas klub menuju arah yang lebih profesional.
"Saya melihat klub ini stabil dan pihak manajemen serta pemilik klub sangat bersedia menjadikan klub ini benar-benar stabil.
Sehingga mereka dapat tumbuh tahap demi tahap," jelasnya, Kamis (4/6/2026).
Tak hanya itu, bagi Van Gastel perannya di PSIM tidak hanya terbatas pada taktik di dalam lapangan hijau saja.
Sebab, pelatih berusia 54 tahun ini juga ingin menyentuh aspek manajerial yang lebih luas.
"Salah satu tugas saya di sini adalah membantu mereka secara bertahap dalam memperbaiki semua aspek struktur organisasi," tuturnya.
Selain faktor profesionalisme dan kesamaan visi dengan manajemen, keputusan Van Gastel untuk tetap bertahan di Kota Pelajar juga dipengaruhi faktor non-teknis.
Kenyamanan keluarga selama menetap di Jogja menjadi elemen krusial yang membuatnya tanpa ragu melanjutkan masa baktinya di musim 2026/2027 nanti.
Suasana kota yang ramah dan kental akan budaya membuat van Gastel beserta keluarganya merasa kerasan.
"Saya dan keluarga saya sangat menyukai tempat ini. Oleh karena itu, saya sangat senang untuk bertahan," bebernya.
Selain itu, bagi Van Gastel, petualangan kariernya di Indonesia bersama PSIM memberikan atmosfer yang sangat positif.
Baik untuk perjalanan profesionalnya sebagai pelatih maupun esensi kehidupannya secara personal.
Baca Juga: Residivis Begal Payudara di Kulon Progo Lagi-lagi Berulah, Nekat Tipu dan Bawa Kabur HP Pelajar
"Secara keseluruhan saya sangat senang bisa datang ke sini, karena kota ini memberikan warna baru dalam hidup saya.
Tidak hanya dari segi sepak bola, tetapi juga kehidupan pribadi," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun