Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gubernur HB X Berharap PSIM dan PSS Bisa Terus Bertahan di Super League; Pengelolaan Industri  Klub yang Profesional  Jadi Kunci U

Adib Lazwar Irkhami • Kamis, 4 Juni 2026 | 19:23 WIB
Gubernur DIJ Hamengku Buwono X. (Foto: Rizky Wahyu/Radar Jogja)
Gubernur DIJ Hamengku Buwono X. (Foto: Rizky Wahyu/Radar Jogja)

JOGJA - Kepastian promosinya PSS Sleman ke kompetisi Super League musim 2026/2027 memastikan tersajinya Derby DIJ di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Sebab di musim depan, Laskar Sembada bakal bertemu dengan rival sekotanya, PSIM Jogja.

 Pertemuan dua kekuatan besar sepak bola di Jogjakarta ini tentu saja sangat dinantikan oleh para pecinta sepak bola Indonesia.

Mengingat, aroma rivalitas klasik yang sempat meredup di kompetisi resmi, kini dipastikan kembali membara di musim depan. 

Baca Juga: Residivis Begal Payudara di Kulon Progo Lagi-lagi Berulah, Nekat Tipu dan Bawa Kabur HP Pelajar

 Menanggapi hal ini, Gubernur DIJ Hamengku Buwono X mengaku sangat menaruh harapan besar agar kedua tim tidak hanya sekadar numpang lewat di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Harapannya kedua tim mampu bersaing secara sehat dan konsisten.  "Ya, kalau harapan saya makin lebih-lebih dan sekarang tetap bisa bertahan, ya sudah," tuturnya, Rabu (3/6/2026).

​Kendati menyambut positif gairah sepak bola di wilayahnya, HB X juga memberikan catatan realistis sekaligus lampu kuning bagi manajemen kedua klub.

Sebab, atmosfer kompetisi kasta tertinggi akan jauh berbeda dan menuntut kesiapan yang matang, terutama dari segi komposisi pemain dan kekuatan finansial.

​"Karena kondisinya kan mungkin berbeda, pemainnya ya. Sudah bagaimana dengan bertahan seperti ini. Mampu nggak," tuturnya. 

Baca Juga: Jogjavaganza Carnival Vol 5: Rayakan Harmoni Tradisi, Kreativitas, dan Kelestarian Bumi di Yogyakarta

Tak hanya itu, bagi bapak lima puteri yang juga raja Keraton Jogja ini menilai eksistensi sebuah klub di kompetisi seketat Super League sangat bergantung pada kemandirian dan kesehatan finansial manajemen dalam mengarungi musim.

Sehingga, kehadiran penonton ke stadion menjadi salah satu sumber pemasukan.

Namun, pengelolaan industri klub yang profesional adalah kunci utamanya. "Itu kan tergantung punya duit apa tidak,"  lontarnya. (ayu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Derby DIY #PSS #HB X #PSIM #derby mataram