JOGJA - Kepastian promosinya PSS Sleman ke kompetisi Super League musim 2026/2027 memastikan tersajinya Derby DIJ di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Sebab di musim depan, Laskar Sembada bakal bertemu dengan rival sekotanya, PSIM Jogja.
Pertemuan dua kekuatan besar sepak bola di Jogjakarta ini tentu saja sangat dinantikan oleh para pecinta sepak bola Indonesia.
Mengingat, aroma rivalitas klasik yang sempat meredup di kompetisi resmi, kini dipastikan kembali membara di musim depan.
Baca Juga: Residivis Begal Payudara di Kulon Progo Lagi-lagi Berulah, Nekat Tipu dan Bawa Kabur HP Pelajar
Menanggapi hal ini, Gubernur DIJ Hamengku Buwono X mengaku sangat menaruh harapan besar agar kedua tim tidak hanya sekadar numpang lewat di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Harapannya kedua tim mampu bersaing secara sehat dan konsisten. "Ya, kalau harapan saya makin lebih-lebih dan sekarang tetap bisa bertahan, ya sudah," tuturnya, Rabu (3/6/2026).
Kendati menyambut positif gairah sepak bola di wilayahnya, HB X juga memberikan catatan realistis sekaligus lampu kuning bagi manajemen kedua klub.
Sebab, atmosfer kompetisi kasta tertinggi akan jauh berbeda dan menuntut kesiapan yang matang, terutama dari segi komposisi pemain dan kekuatan finansial.
"Karena kondisinya kan mungkin berbeda, pemainnya ya. Sudah bagaimana dengan bertahan seperti ini. Mampu nggak," tuturnya.
Tak hanya itu, bagi bapak lima puteri yang juga raja Keraton Jogja ini menilai eksistensi sebuah klub di kompetisi seketat Super League sangat bergantung pada kemandirian dan kesehatan finansial manajemen dalam mengarungi musim.
Sehingga, kehadiran penonton ke stadion menjadi salah satu sumber pemasukan.
Namun, pengelolaan industri klub yang profesional adalah kunci utamanya. "Itu kan tergantung punya duit apa tidak," lontarnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun