RADAR JOGJA - Mikel Arteta berada di ambang untuk menulis ulang sejarah saat Arsenal bersiap untuk malam terbesar dalam karier manajerialnya di final Liga Champions hari Sabtu melawan Paris Saint Germain.
Setelah mengakhiri penantian 22 tahun klub untuk gelar Premier League, Arteta kini memiliki kesempatan untuk membawa Arsenal meraih kejayaan Eropa untuk pertama kalinya.
The Gunners kembali ke final Liga Champions untuk pertama kalinya sejak kalah dari Barcelona di Paris pada tahun 2006 setelah mengalahkan Atletico Madrid dalam pertandingan semifinal yang menegangkan.
Baca Juga: Tak Mau Rugi!!! Chelsea Patok Harga Tinggi Enzo Fernandez Yang Ingin Tinggalkan Tim
Gol Bukayo Saka terbukti menentukan di kedua leg dan mengamankan tempat Arsenal di pertandingan puncak.
Yang berdiri di antara Arsenal dan keabadian adalah juara bertahan PSG, yang mengalahkan Bayern Munich 6-5 secara agregat untuk mencapai final untuk musim kedua berturut-turut dan ketiga kalinya sejak 2019/20.
Ini juga merupakan pertandingan ulangan semifinal musim lalu, yang dimenangkan PSG dengan agregat 3-1 sebelum menghancurkan Inter Milan 5-0 di Munich untuk mengangkat trofi untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Tim asuhan Luis Enrique meraih kemenangan 1-0 di Emirates sebelum menahan kebangkitan Arsenal yang penuh semangat di Paris untuk menang 2-1 di leg kedua.
Namun, kepercayaan diri di dalam kubu Arsenal tidak pernah setinggi ini.
Skuad Arteta merayakan kemenangan Premier League dalam pesta rahasia di London awal pekan ini, di mana pelatih asal Spanyol tersebut memberi tahu para pemain bahwa sekarang berada di ambang penciptaan sejarah.
“Saya yakin bahwa kita akan memenangkan Liga Champions,” kata Arteta.
Sementara itu, Kapten Martin Odegaard mengakui suasana di sekitar klub sangat meriah sejak Arsenal mengamankan gelar.
“Kami mengadakan perayaan besar pada hari Selasa. Suasananya luar biasa. Semua orang sangat bahagia," kata Odegaard setelah pertandingan melawan Crystal Palace hari minggu lalu.
Baca Juga: Hujan Sedang hingga Lebat Berpotensi Terjadi di Kulon Progo dan Meluas ke Sleman
“Tetapi kami memiliki final besar lainnya hanya dalam seminggu, jadi kami akan menunggu untuk berpesta sampai setelah itu,” lanjutnya.
“Jika kami bisa melakukannya, itu akan terasa tidak nyata. Kami sedang menjalani mimpi, memenangkan Premier League dan berada di final Liga Champions,” jelasnya.
Persiapan Arsenal menjadi rumit karena daftar cedera yang semakin panjang. Noni Madueke kini diragukan tampil setelah mengalami masalah hamstring saat pertandingan melawan Palace sebelum digantikan oleh Viktor Gyokeres.
Jurrien Timber juga sedang berjuang untuk pulih setelah absen lebih dari dua bulan karena cedera pergelangan kaki yang diderita saat melawan Everton pada bulan Maret.
Masih ada harapan dia bisa tampil di Budapest, meskipun kemungkinan untuk menjadi starter tampaknya kecil.
Satu pemain yang dipastikan absen adalah Ben White, yang absen karena cedera lutut serius. White tampil cemerlang saat Timber absen dan diharapkan menjadi starter di posisi bek kanan untuk final.
Baca Juga: Berkah Berujung Masalah? Jangan Kalap Mengkonsumsi Daging Kurban, Ketahui Bahayanya Bagi Tubuh
Hal itu bisa membuat Arteta beralih ke Cristhian Mosquera, sementara Piero Hincapie adalah pilihan lain meskipun pengalamannya terbatas di posisi tersebut.
Setidaknya ada satu kabar baik setelah Mikel Merino kembali setelah absen empat bulan karena operasi kaki untuk tampil sebagai pemain pengganti melawan Palace.
PSG juga memiliki masalah cedera menjelang final. Bek kanan andalan Achraf Hakimi belum kembali berlatih setelah mengalami cedera hamstring saat leg pertama melawan Bayern Munich.
Baca Juga: Neymar Absen dari Kamp Pelatihan Pertama Brasil untuk Piala Dunia 2026, Ini Alasannya
Pemain Maroko ini dianggap sebagai salah satu bek kanan terbaik di dunia sepak bola dan akan menjadi kehilangan besar bagi Luis Enrique.
Pemain muda berbakat Warren Zaire-Emery mengisi posisi bek kanan pada leg kedua dan tampil mengesankan, sementara Fabian Ruiz mengisi lini tengah bersama Vitinha dan Joao Neves.
Ousmane Dembele juga menjadi kekhawatiran setelah mengalami masalah paha awal bulan ini, meskipun PSG tetap berharap dia akan pulih. Kiper cadangan Lucas Chevalier dan pemain muda Quentin Ndjantou sama-sama absen.
Editor : Satria Putra Sejati