JOGJA - PSIM Jogja bertahan di Super League musim 2026/2027 mendatang.
Kepastian itu didapat setelah tim berjuluk Laskar Mataram ini menyudahi ketatnya kompetisi musim 2025/2026 dengan finish di peringkat ke-11.
Dari total 34 laga yang sudah dilakoni sepanjang musim, anak-anak Jogja berhasil mengemas total 45 poin.
Statistik mencatat, PSIM sukses mengukir 11 kali kemenangan, 12 hasil imbang, dan menelan 11 kali kekalahan.
Keberhasilan PSIM bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia disambut lega oleh Savio Sheva.
Sebagai pemain muda asli Jogja, gelandang bernomor punggung 8 itu mengaku bangga, karena tim yang lahir pada 5 September 1929 silam ini mampu membuktikan kualitasnya di Super League musim ini.
"Saya senang melihat PSIM Jogja mampu bertahan di Liga 1 pada musim ini," katanya, Senin (25/5/2026).
Menurut Sheva, capaian PSIM di musim ini juga patut diapresiasi.
Mengingat sebagai tim yang baru promosi ke Super League musim ini, capaian yang didapat oleh tim besutan Jean-Paul van Gastel dapat menjadi modal cukup berharga untuk menatap musim depan yang diprediksi bakal jauh lebih sengit.
Oleh karena itu, meski target bertahan sudah terealisasi, Sheva tetap berharap PSIM dapat terus mempertahankan eksistensinya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada musim-musim berikutnya.
"Dengan persiapan yang semakin matang, baik dari segi manajemen, kualitas pemain, maupun strategi tim. Saya yakin PSIM mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi," lontarnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun