SLEMAN - PSS Sleman kembali promosi ke Super League musim 2026/2027.
Di balik gemerlap panggung promosi dan keringat para penggawa di lapangan, ada detak kesetiaan dari seorang penyandang disabilitas bernama Irvan Hidayat Putro.
Kisah kecintaan Irvan kepada PSS sudah terajut sejak tahun 2007 silam.
Kala itu, sang kakek dan ayahnya mengenalkan atmosfer sepak bola langsung di Maguwoharjo International Stadium (MaglS).
Saat itu Irvan kecil yang belum tahu banyak soal taktik lapangan hijau, mengaku langsung terpikat oleh satu momen yang membekas hingga kini.
Yakni lemparan ke dalam dari Fajar Listiyantoro yang melambung jauh ke tengah lapangan.
"Waktu kali pertama diajak nonton 2007 itu, saya digendong sama bapak.
Saya lupa detail pertandingannya, tapi yang paling saya ingat cuma Mas Fajar. Lemparannya itu lho jauh sekali," jelasnya kepada Radar Jogja, Jumat (22/5/2026).
Seiring berjalannya waktu dan usia sang ayah yang semakin menua, mobilitas Irvan ke stadion sempat terhenti.
Sebab dengan kondisi fisik yang terbatas, harus naik turun tangga spiral stadion menjadi rintangan yang tak mudah.
Irvan mengaku sempat vakum nonton PSS secara langsung di stadion.
Bertahun-tahun lamanya ia terpaksa mengalah dan hanya bisa meluapkan kecintaannya dengan menyaksikan laga Laskar Sembada lewat layar kaca.
"Dulu saya mikir belum bisa nonton langsung, jadi kalau beli merchandise PSS ya yang ori.
Itu sama saja menghidupkan PSS. Kalau bukan kami yang menghidupkan PSS, siapa lagi," lontarnya.
Kerinduan yang tak terbendung menemui titik balik pada tahun 2024 lalu. Kala PSS harus menjamu Arema FC di Stadion Manahan, Solo.
Bermodal mencari informasi di dunia maya, Irvan membulatkan tekad menonton tim kesayangannya secara langsung ke stadion.
"Saya searching, Solo itu ada tribun khusus disabilitasnya tidak ya. Ternyata ada.
Ya sudah, saya nekat berangkat dari rumah sama teman dua orang. Berboncengan naik motor, kursi roda ditaruh di bagian depan," ungkapnya.
Pengalaman di Solo itu membuka jalan baru. Meski sekembalinya Super Elang Jawa ke Sleman, Irvan sempat kesulitan mencari akses tiket khusus di stadion sendiri.
Keresahan itu menemui titik terang dari informasi di media sosial.
Saat itu, setelah MaglS direnovasi, pintu tribun disabilitas mulai terbuka lebar. Berkat bantuan sesama rekan suporter serta komunitas pendamping disabilitas, Komunitas Sadar Belajar Indonesia (KSBI), Irvan akhirnya bisa kembali menonton di dalam stadion.
Akan tetapi, keberhasilan Irvan bisa kembali menonton PSS secara langsung itu harus menemui jalan terjal.
Sebab pada musim 2024/2025 lalu, Super Elja harus rela terdegradasi ke kasta kedua.
Sehingga, musim itu menjadi musim yang penuh air mata bagi Irvan.
Sebab, pria yang berasal dari Blotan RT 01 RW 40, Wedomartani, Ngemplak, Sleman ini harus menyaksikan bagaimana PSS terseok-seok, harus dihukum pengurangan poin, hingga terpaksa menjadi tim musafir tanpa rumah karena renovasi stadion.
Namun ketulusan Irvan akhirnya menemui jawaban. Setelah bangkit dari kasta kedua sepak bola Indonesia, pada musim ini ada momentum yang paling membahagiakan untuk hidupnya.
Nama-nama pemain seperti Kim Jeffrey Kurniawan, Frédéric Injaï, hingga Muhammad Tahir, secara khusus memberikan jersey mereka langsung kepada Irvan.
"Senang sekali, Mas. Nggak nyangka para pemain aware dan memberikan apresiasi langsung ke kami yang memiliki kekurangan ini," ucapnya dengan bangga.
Oleh karena itu, setelah PSS resmi promosi ke Super League musim depan, Irvan berharap tim kebanggaan Bumi Sembada ini bisa lebih berkembang lebih baik lagi.
"Besok bertemu saudara dari Jogja. Saya juga ingin kedua suporter bisa saling menjaga persaudaraan," lontarnya.
Sementara, ayah Irvan, Wakija mengaku sebenarnya ada kekhawatiran tersendiri untuk anaknya saat menonton secara langsung di dalam stadion, terutama terkait faktor keselamatan jika terjadi gesekan antarsuporter.
Akan tetapi, setelah ada KSBI yang selalu mendampingi, pria 59 tahun ini tidak resah lagi atas keselamatan anaknya.
Tak hanya itu, sebagai orang tua, Wakija mengaku bangga luar biasa melihat perhatian klub terhadap anak-anak berkebutuhan khusus.
"Saya berterimakasih karena PSS menyediakan fasilitas untuk Irvan dan teman-temannya. Saya hanya bisa mendukung penuh," cetusnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun