SLEMAN - Ujian berat masih harus dihadapi PSBS Biak dalam menatap laga pemungkas Super League musim 2025/2026 ini.
Bersiap menantang Bhayangkara FC pada Sabtu (23/5/2026), tim berjuluk Badai Pasifik itu dipastikan tampil dengan kekuatan yang sangat timpang.
Bagaimana tidak, dalam lawatannya kali ini PSBS tercatat hanya berkekuatan 18 pemain.
Ironisnya lagi, dari jumlah yang mepet itu, komposisinya hanya menyisakan 14 pemain senior, sementara empat slot sisanya terpaksa ditambal oleh para pilar muda dari Elite Pro Academy (EPA).
Pelatih PSBS Biak Marian Mihail mengaku tidak menampik kondisi pincang ini menjadi pukulan telak timnya.
Kendati demikian, mantan pelatih PSS Sleman ini enggan meratapi nasib terlalu dalam. Ia justru mencoba melihat berkah di balik musibah.
""Ya, memang itu jadi masalah juga karena pemain-pemain yang pergi itu pemain-pemain yang memang sangat bagus.
Tapi di sisi lainnya, kami dapat kesempatan untuk bisa melihat pemain-pemain dari akademi," ucapnya, Kamis (21/5).
Oleh karena itu, Mihail menyatakan laga penutup di kompetisi Super League musim 2025/2026 ini bakal dimanfaatkan sebagai panggung evaluasi total untuk menatap masa depan tim.
Pelatih asal Rumania ini ingin melihat sejauh mana para pemain yang bakal bisa diajak kembali menatap kompetisi kasta kedua musim depan.
"Kami ingin tahu siapa saja pemain yang bisa kami ajak bekerja sama lagi demi membangun kembali tim ini, membuat sebuah tim pemenang yang baru," tegasnya.
Meski datang dengan skuad seadanya, Mihail menegaskan anak asuhnya tetap mengusung motivasi tinggi demi harga diri.
Baca Juga: Polsek naggulan, Kulon Progo Cek Progres Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan
Targetnya jelas, PSBS ingin mencuri poin penuh dari Bhayangkara FC demi bisa mengerek posisi agar tidak finis sebagai juru kunci.
"Kami tahu Bhayangkara FC adalah tim sangat bagus dengan pelatih asing yang ambisius dan karismatik.
Tapi kami ingin finis dengan baik, kalau bisa naik ke atas Semen Padang," lontarnya.
Tak hanya itu, Mihail juga berharap para pemain bisa tampil maksimal di laga itu nanti. Pelatih berusia 68 tahun ini tidak ingin para pemain mudah menyerah.
"Ini adalah pengalaman yang sangat susah dan tidak baik untuk saya selama menjadi pelatih. Belum pernah saya mengalami situasi seperti ini sebelumnya," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun