JOGJA - Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel, membuka peluang perubahan gaya bermain timnya pada musim depan. Namun, di atas semua itu, pelatih asal Belanda tersebut menegaskan bahwa kemenangan tetap menjadi prioritas utama.
Menurut Van Gastel, sepak bola pada akhirnya bukan hanya soal memainkan permainan indah, melainkan bagaimana tim mampu meraih hasil maksimal dalam pertandingan.
"Tujuan utama saya tetap menang. Saya ingin menang dan tidak masalah bagaimana caranya," ujar Van Gastel, Rabu (20/5/2026).
Baca Juga: Rayakan HUT ke-51 di Level Asia, Harapan Suporter dan Manajemen saat Usia Emas PSS Sleman
Musim ini di kompetisi BRI Super League 2025/2026, filosofi dan gaya permainan Van Gastel cukup dominan dengan penguasaan bola tinggi. Hal tersebut terlihat dari laga-laga PSIM Jogja musim ini, yang hampir selalu dominan dan menang penguasaan bola.
Namun demikian, setiap pertandingan memiliki situasi berbeda yang terkadang memaksa tim bermain di luar rencana awal. Karena itu, sebuah tim dinilai harus mampu beradaptasi dengan kondisi di lapangan.
"Kami punya game plan dan mencoba bermain sesuai cara yang kami mau. Tapi kadang di pertandingan ada sesuatu yang berbeda. Misal kami bermain tidak terlalu bagus, tapi masih bisa bertarung dan tetap solid dalam bertahan. Itu juga cara untuk menang," katanya.
Lebih dari itu, Van Gastel mengatakan, pendekatan taktik yang akan digunakan PSIM musim depan sangat bergantung pada profil pemain yang berhasil direkrut manajemen nantinya.
Ia mengaku sudah menyampaikan sejumlah kebutuhan posisi kepada klub. Selanjutnya, proses perekrutan akan dibahas bersama manajemen dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran tim.
"Profil pemain yang direkrut nanti akan sangat menentukan bagaimana saya bermain dan menerapkan strategi,"ucapnya.
Mantan staf pelatih Feyenoord itu menjelaskan, saat pertama datang ke PSIM musim ini, komposisi skuad sudah terbentuk lebih dulu.
Situasi tersebut membuat dirinya harus menyesuaikan gaya bermain dengan karakter pemain yang tersedia.
Karena itu, pada musim depan ia berharap bisa membentuk tim yang lebih sesuai dan ideal dengan ide permainan yang diinginkannya.
"Saya mencari cara bermain yang cocok untuk mereka, supaya kekuatan pemain bisa terlihat dan kelemahannya bisa tertutupi," katanya.
Meski memiliki kewenangan menentukan kebutuhan tim, Van Gastel mengakui proses perekrutan tetap dipengaruhi faktor finansial klub.
Van Gastel juga memastikan dirinya akan tetap bersama PSIM pada musim depan setelah memperpanjang kontrak selama satu tahun.
Selain membahas rencana tim, pelatih berusia 54 tahun itu turut menyoroti kualitas pemain lokal Indonesia. Ia mengaku cukup puas dengan motivasi dan sikap para pemain, tetapi menilai aspek taktikal masih perlu ditingkatkan.
Menurutnya, kemampuan membaca permainan menjadi salah satu perbedaan paling mencolok antara pemain Indonesia dan pemain Eropa.
"Saya pikir perbedaannya ada pada aspek taktikal, terutama membaca permainan," ucapnya. (iza)
Editor : Winda Atika Ira Puspita