SLEMAN - Perayaan Hari Jadi ke-50 PSS Sleman tidak hanya menjadi ajang romantisme masa lalu. Di balik megahnya mini museum yang memamerkan perjalanan sejarah panjang Laskar Sembada, terselip sebuah kejutan besar. Super Elang Jawa rupanya tengah bersiap mengepakkan sayap lebih tinggi menyongsong era modernisasi klub dengan memamerkan sebuah grand plan fasilitas masa depan, yakni training ground permanen.
Desain maket kompleks latihan mandiri itu dipajang rapi di sudut area pameran. Langkah ini seolah menjadi penanda bahwa di usia emasnya, PSS tidak ingin lagi sekadar nomaden atau menumpang lapangan saat melakoni persiapan tim.
Direktur PSS Yoni Arseto mengatakan rencana besar itu diistilahkan sebagai unity project. Sebuah kawasan terpadu yang nantinya akan menyatukan seluruh elemen tim, mulai skuad utama hingga pembinaan usia muda.
"Ya, itu mungkin teman-teman bisa melihat kan kami ke depannya seperti apa. Memang kami ada rencana besar untuk besok, namanya proyek unity," ujarnya, Selasa (18/5).
Berdasarkan grand plan yang dipamerkan, proyek unity ini dirancang komprehensif di atas lahan yang cukup luas. Tidak tanggung-tanggung, kompleks ini nantinya akan memiliki tiga lapangan sepak bola, fasilitas penginapan (mess), gedung olahraga (GOR) dan E-Sport Center, commercial district dan plaza, serta fasilitas umum mulai masjid, kantor pusat latihan, hingga kapasitas parkir yang masif untuk menampung ratusan motor, puluhan mobil, dan bus tim.
Meski desain visual dan pembagian zonasi fasilitas sudah terpampang nyata, Yoni masih merahasiakan terkait koordinat pasti di mana megaproyek ini akan dibangun. Sebab, saat ini manajemen tengah fokus merampungkan seluruh proses legalitas dan perizinan agar proyek ini tidak menemui kendala di kemudian hari.
"Ke depan kalau memang proses perizinan dan lain-lain kami bisa berjalan, ya kami akan bikin training ground sendiri untuk latihan. Jadi satulah nanti di situ," tegasnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun