JOGJA - Laga pekan ke-33 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Minggu (17/5/2026) malam, menghadirkan kontras tajam.
PSIM Jogja sebagai tuan rumah sudah aman dari degradasi, sementara Madura United masih bertarung keluar dari zona merah.
Dengan hanya dua pertandingan tersisa dari total 18 kontestan liga, PSIM kini berada di peringkat ke-11 dengan 42 poin.
Di sisi lain, Madura United tertahan di posisi ke-15 dengan 32 poin, posisi rawan yang membuat setiap laga bernilai krusial.
Di tengah situasi itu, sorotan juga mengarah pada winger PSIM Jogja Andy Irfan, yang akan menghadapi mantan klubnya dalam laga yang sarat makna.
"Sejujurnya semua tim itu sulit. Tapi yang paling spesial tentu lawan mantan tim saya sendiri, Madura United," kata Irfan, Jumat (15/5/2026).
Pertandingan akhir pekan ini bukan sekadar reuni. Melainkan juga tentang perubahan peran yang cukup drastis dalam karier Irfan. Musim lalu bersama Madura United, ia merupakan bagian penting tim.
Ia tampil dalam 27 dari 34 pertandingan dengan kontribusi 5 gol dan 4 assist. Namun di PSIM musim ini, perannya lebih terbatas, baru 14 bermain dari 32 laga, dengan 1 gol dan 1 assist.
Alih-alih mengeluh, secara pribadi Irfan justru menemukan identitas baru sebagai super sub. Diakuinya juga ia tidak bermasalah dengan peran tersebut.
"Kesempatan tidak datang dua kali. Saya suka masuk sebagai super sub, apalagi dengan kecepatan saya saat lawan sudah lelah," ujarnya.
Selain itu, pertemuan ini juga membawa narasi yang belum tuntas.
Pada pertemuan sebelumnya di kandang Madura United saat putaran pertama, Irfan tidak masuk dalam skuad dan harus absen karena cedera.
Kini, di laga kandang terakhir PSIM musim ini, ia berpeluang tampil dan memberi dampak langsung bagi tim asal kota gudeg.
"Waktu di Bangkalan putaran pertama lalu saya nggak main karena cedera. Semoga sekarang bisa main," ucapnya.
Baca Juga: PSS Sleman Berhasil Amankan Lisensi Super League, Lolos dan Berhak Sandang Status Granted
Secara substansi, situasi klasemen juga membuat dinamika pertandingan menjadi menarik.
PSIM bisa bermain lebih lepas tanpa beban degradasi, sementara Madura United datang dengan tekanan besar untuk mengamankan poin.
Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel menegaskan, timnya tetap memburu kemenangan meski posisi timnya sudah aman.
"Saya percaya pada konsistensi. Setiap pertandingan saya ingin menang dan memainkan tim terbaik," tegasnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun