Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Regulasi Pemain U-23 Terancam Dihapus di Super League Musim Depan, Pemain Muda PSIM Jogja Raka Cahyana: Kecewa tapi Jadi Motivasi

Fahmi Fahriza • Selasa, 12 Mei 2026 | 21:28 WIB
Pemain PSIM Jogja Raka Cahyana. (Guntur Aga/Radar Jogja)
Pemain PSIM Jogja Raka Cahyana. (Guntur Aga/Radar Jogja)

 

RADAR JOGJA - Pemain muda PSIM Jogja Raka Cahyana angkat bicara terkait wacana penghapusan regulasi pemain U-23 yang mulai beredar jelang musim kompetisi BRI Super League 2026/2027. Raka yang masih masuk dalam kuota pemain U-23 dan lahir pada 24 Februari 2004, mengaku cukup menyayangkan jika aturan tersebut benar-benar dihapus. 


Namun, ia melihat situasi ini sebagai tantangan untuk bisa meningkatkan kualitas diri. "Untuk regulasi pemain U-23 jika nanti benar dihapus, sebenarnya saya agak kecewa juga," katanya, Selasa (12/5).

Baca Juga: Target Tidak Degradasi Tercapai, Van Gastel Siap Perpanjang Kontrak dan Lanjutkan Proyek di PSIM Jogja


Meski demikian, ia tidak ingin larut dalam kekecewaan. Menurutnya, pemain muda tetap harus menunjukkan kualitas agar bisa bersaing tanpa bergantung pada regulasi. "Tapi di sisi lain itu jadi motivasi buat lebih kerja keras di latihan, supaya pelatih juga tetap percaya sama pemain muda," serunya.


Sebagai bagian dari pemain muda yang selama ini mendapat ruang bermain, pemain asal Banyumas ini juga menilai pentingnya kepercayaan dari pelatih dalam menentukan perkembangan karier seorang pemain. "Menurut saya penting ya pemain muda upaya bisa tetap dipercaya dan dikasih kesempatan sama pelatih," terangnya.

Baca Juga: PSIM Jogja Telah Kantongi Nama Manajer Baru Pengganti Razzi Taruna


Sebagai informasi, pada musim BRI Super League 2025/2026, regulasi pemain U-23 masih diberlakukan. Setiap klub diwajibkan mendaftarkan minimal lima pemain muda kelahiran 2003 atau setelahnya, serta memainkan setidaknya satu pemain U-23 sebagai starter dengan durasi minimal 45 menit di setiap pertandingan.


Kebijakan ini selama ini dinilai menjadi bagian penting dalam proses regenerasi pemain nasional. Sekaligus memberikan ruang bermain bagi talenta muda di tengah ketatnya persaingan liga profesional.

Baca Juga: Pecah Telur! Andy Irfan Cetak Gol Perdana untuk PSIM Jogja, Peran Supersub Berbuah Manis


Namun menjelang musim 2026/2027, muncul wacana bahwa aturan itu akan dihapus. Hingga saat ini operator liga ILeague belum mengeluarkan keputusan resmi, meski isu tersebut telah ramai diperbincangkan di kalangan pemain dan klub.


Bagi Raka, ada atau tidaknya regulasi bukan alasan untuk berhenti berkembang. Ia menegaskan pemain muda harus tetap membuktikan diri agar bisa bersaing di level tertinggi. "Saya melihat ini tantangan buat kami pemain muda untuk terus berkembang dan menunjukkan kualitas yang maksimal," paparnya. (iza/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#regulasi #pemain muda #latihan #Laskar Mataram #PSIM Jogja