SLEMAN - Maguwoharjo International Stadium (MaglS) benar-benar menjadi stadion angker pada gelaran kompetisi Championship musim 2025/2026 ini. Bagaimana tidak, sebagai tuan rumah, PSS Sleman berhasil memecahkan rekor tak terkalahkan sepanjang musim reguler saat bertanding di stadion kebanggaan masyarakat Sleman itu.
Dari total 14 pertandingan yang dimainkan di hadapan publik sendiri, PSS bermain menakjubkan. Tercatat anak-anak Bumi Sembada memperoleh 11 kali kemenangan dan tiga kali hasil imbang.
Rekor suci itu sayangnya harus ternoda di saat yang paling krusial. Keangkeran MaglS akhirnya runtuh justru di partai puncak. Pada laga final yang mempertemukan PSS dengan Garudayaksa FC, Dominikus Dion dan kawan-kawan harus menyerah dan mengakui keunggulan tim tamu lewat drama adu penalti.
Baca Juga: Skuad PSS Sleman Telah Resmi Dibubarkan, Pemain Pulang ke Kampung Halaman Masing-Masing
Meski begitu, Pelatih PSS Ansyari Lubis mengaku tetap puas dengan hasil yang telah didapatkan timnya itu. Sebab, menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hal yang luar biasa. "Kalau bisa hal itu terus ditingkatkan," jelasnya, Senin (11/5).
Tak hanya itu, Ansyari juga berharap rekor tak terkalahkan di kandang bisa terus di jaga saat PSS Sleman bermain di kompetisi Super League musim 2026/2027 nanti.
Sebab, pelatih yang akrab disapa Uwak ini ingin Laskar Sembada bisa bersaing dengan tim-tim raksasa di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. "Pokoknya PSS harus bisa lebih baik lagi ke depan," tegasnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun