SLEMAN - Ambisi PSS Sleman untuk mengunci gelar juara Championship musim 2025/2026 harus kandas dengan cara menyesakkan.
Bermain di hadapan publik sendiri, Laskar Sembada dipaksa menyerah dari Garudayaksa FC lewat drama adu penalti dengan skor 5-6 (2-2) di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Sabtu (9/5/2026) malam.
Pertandingan sejatinya berjalan sengit. PSS yang sempat tertinggal, berhasil menunjukkan mentalitas luar biasa, terutama di paruh kedua.
Dukungan dari puluhan ribu Slemania dan BCS mampu melecut semangat penggawa Super Elja hingga berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di waktu normal.
Baca Juga: Rusak Fasilitas SMK Taman Karya Madya, 22 Pelajar SMK Nawa Bakti Hanya Dibina
Namun, dewi fortuna tampaknya belum berpihak pada tim kebanggaan warga Sleman ini saat memasuki babak adu penalti.
Dalam drama adu pinalti tersebut, PSS Sleman kalah dari Garudayaksa FC dengan skor 3-4.
Meski belum berhasil meraih gelar juara di musim ini, Ppelatih PSS Ansyari Lubis mengaku tetap bangga dengan perjuangan anak asuhnya.
Sebab, walaupun hasil akhir tidak sesuai harapan, baginya kalah dalam adu penalti bukan persoalan teknis semata, melainkan faktor keberuntungan.
""Juara ya, saya kira kami apresiasi buat seluruh pemain.
Tapi namanya adu penalti, itu sudah saya anggap tinggal luck (keberuntungan) saja," ucapnya usai pertandingan.
Tak hanya itu saja, Ansyari juga memberikan kredit khusus pada performa luar biasa Gustavo Tocantins yang tampil spartan sepanjang laga.
Sebab, meski gagal mengeksekusi penalti, akan tetapi striker asal Brasil itu sudah tampil spartan.
"Luar biasa dia. Dia naik-turun, bisa ikut bertahan dan menyerang. Itu luar biasa buat dia," tegasnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun