SLEMAN - Harapan Sleman Fans untuk berpesta pora di sepanjang jalanan Bumi Sembada harus disimpan rapat-rapat. Rencana selebrasi arak-arakan piala yang semula dijadwalkan berlangsung Senin (11/5) dipastikan batal. Hal ini menyusul kegagalan PSS meraih gelar juara kompetisi Championship 2025/2026.
Dalam partai final yang berlangsung di Maguwoharjo International Stadium (MaglS), tim kebanggaan masyarakat Sleman ini harus mengakui keunggulan Garudayaksa FC. PSS kalah tipis melalui drama adu penalti dengan skor 5-6, setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal.
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengonfirmasi rencana konvoi itu kemungkinan besar ditiadakan. Meski statusnya masih menunggu surat resmi, secara non-formal rencana itu sudah gugur seiring status PSS yang hanya menjadi runner-up di kompetisi ini.
Baca Juga: Insiden Flare dalam Final Championship 2025/2026 di MagIS, PSSI Tunggu Laporan Resmi dari Komdis
"Kemarin malam (PSS), karena tidak. Hanya juara dua sehingga arak-arakan kelihatannya tidak jadi. Tapi saya belum dapat pemberitahuan resmi dari teman-teman suporter," katanya, Minggu (10/5).
Meski gagal membawa pulang trofi juara, tetapi Harda mengaku tetap memberikan apresiasi bagi perjuangan Dominikus Dion dan kawan-kawan. Sebab, menurutnya, performa tim sudah sangat luar biasa di balik ketatnya persaingan di musim ini.
"PSS sudah top menurut saya. Top markotop lho, persaingannya ketat. Garudayaksa juga bagus, hanya di awal kami sedikit lengah saja," bebernya.
Sementara dari sisi manajemen tim Super Elja, Executive Representative PSS Sleman Vita Subiyakti mengatakan, rencana arak-arakan itu batal terlaksana. "Tidak ada agenda (untuk arak-arakan)," ujarnya singkat. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun