Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Derby DIY PSIM Kontra PSS Akan Kembali di Kasta Tertinggi, Pengamat Ingatkan Potensi High-Risk Match

Fahmi Fahriza • Kamis, 7 Mei 2026 | 20:26 WIB
Fajar Junaedi. Pengamat sepak bola, dosen Ilmu Komunikasi UMY). (Foto: Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
Fajar Junaedi. Pengamat sepak bola, dosen Ilmu Komunikasi UMY). (Foto: Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

JOGJA - Kembalinya Derby DIY antara PSIM Jogja dan PSS Sleman di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, BRI Super League musim depan diprediksi menjadi salah satu pertandingan dengan risiko tinggi.

Rivalitas panjang antarsuporter serta jarak stadion kedua tim yang berdekatan membuat laga itu dinilai membutuhkan pengamanan ekstra sesuai standar FIFA.

Pengamat sepak bola sekaligus dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Fajar Junaedi mengatakan, Derby DIY bukan sekadar pertandingan biasa.

Melainkan laga yang masuk kategori high-risk match.

"Derby ini jelas punya risiko tinggi karena faktor rivalitas, sejarah ketegangan suporter, dan lokasi stadion yang dekat.

Baca Juga: Dukungan Gelar Pahlawan Bagi Sultan HB II Terus Mengalir dari Akademisi dan Ulama: 'Pantas Diingat dan Dikenang'

Karena itu, pengamanan harus dipersiapkan secara serius," ujar Fajar, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, FIFA memiliki regulasi ketat terkait keamanan pertandingan yang tertuang dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations serta FIFA Disciplinary Code.

Dalam aturan itu, klub tuan rumah bertanggungjawab penuh terhadap keamanan dan ketertiban sebelum, selama hingga setelah pertandingan selesai.

"Kalau terjadi kerusuhan, penyelenggara tidak bisa lepas tangan. Dalam regulasi FIFA, tanggung jawab keamanan tetap ada di pihak tuan rumah," katanya.

Dosen yang banyak menulis soal sepak bola itu menjelaskan, pertandingan dengan kategori risiko tinggi wajib melalui risk assessment atau penilaian risiko secara ketat.

 Penyelenggara juga harus menerapkan segregasi suporter, penambahan steward, hingga pengawasan keamanan berbasis CCTV dan pusat komando stadion.

Ia menilai Derby DIY sudah memenuhi banyak indikator pertandingan berisiko tinggi.

Selain rivalitas lokal yang kuat, laga tersebut juga memiliki sejarah ketegangan antarsuporter pada masa lalu.

"Pemisahan tribun suporter harus benar-benar diperhatikan.

Pengawalan suporter tamu juga penting agar tidak terjadi bentrokan di luar stadion," ucapnya.

Baca Juga: Jemaah Haji asal Yogyakarta Mulai Terserang Heat Stroke, Suhu Tanah Suci Tembus 43 Derajat

Selain itu, FIFA juga melarang keras penggunaan pyrotechnics, pelemparan benda ke lapangan, invasi lapangan, hingga nyanyian bernada provokatif dan rasis dalam pertandingan sepak bola.

Fajar menilai sepak bola Indonesia harus belajar dari berbagai tragedi yang pernah terjadi sebelumnya, termasuk Tragedi Kanjuruhan disaster.

Karena itu, ia berharap semangat Mataram is Love kembali digaungkan untuk menjaga rivalitas tetap sehat.

"Rivalitas itu wajar di sepak bola. Tetapi jangan sampai menghilangkan rasa bahwa kita sama-sama bagian dari sepak bola DIY dan Indonesia," ujarnya.

Saat ini kompetisi BRI Super League 2025/2026 telah memasuki pekan ke-32 dan akan berakhir pada pekan ke-34.

PSIM Jogja sudah dipastikan aman dari degradasi, sementara PSS Sleman memastikan promosi ke kasta tertinggi musim depan setelah hanya semusim bermain di Liga 2.

PSIM sendiri sebelumnya cukup lama bermain di kasta kedua selama sekitar 18 tahun, sebelum akhirnya promosi pada musim 2024/2025.

Baca Juga: Sempat Alami Keracunan Diduga dari MBG, 18 Siswa SDN Kowang Bantul Sudah Pulih dan Kembali Ikuti KBM

Di sisi lain, PSS sempat lebih dulu promosi ke kasta tertinggi pada 2018, sebelum terdegradasi di musim 2024/2025 dan akhirnya kembali naik ke Liga 1 musim depan.

"Momen kembalinya PSIM dan PSS di Liga 1 ini harus menjadi pembuktian bahwa sepak bola DIY bisa kompetitif tanpa meninggalkan nilai kemanusiaan dan persaudaraan," tandas Fajar. (iza/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Derby DIY #derby pss psim #Fajar Junaedi #derby mataram #BRI Super League