Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Persib Bandung Nyaris Sempurna di GBLA, PSIM Jogja Siap Tantang meski Datang dengan Tren Buruk

Fahmi Fahriza • Minggu, 3 Mei 2026 | 21:02 WIB

 

PERSIB BANDUNG VS PSIM JOGJA
PERSIB BANDUNG VS PSIM JOGJA

 

JOGJA - PSIM Jogja akan menjalani pertandingan berat melawan tuan rumah Persib Bandung pada pekan ke-31 BRI Super League musim 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin (4/5) sore. Laga ini mempertemukan dua tim dengan kondisi kontras. Persib kokoh di puncak klasemen dengan 69 poin, sementara PSIM masih tertahan di peringkat ke-11 dengan 39 poin.


Keunggulan Persib semakin terlihat dari performa kandang yang nyaris sempurna musim ini. Dari 15 pertandingan di GBLA, Maung Bandung mencatat 14 kemenangan dan hanya sekali imbang, tanpa kekalahan. Di sisi lain, PSIM justru datang dengan tren negatif. Dalam lima laga terakhir, tim asal kota gudeg ini belum meraih kemenangan, empat kalah dan sekali imbang.

Baca Juga: Kiper PSIM Jogja Cahya Supriadi Soroti Wacana Penghapusan Regulasi Pemain U-23 di Musim Depan


Namun, pertemuan pertama kedua tim musim ini menunjukkan bahwa PSIM tetap mampu memberi perlawanan. Bermain di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, kedua tim bermain imbang 1-1 saat itu.


Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel mengakui kualitas individu yang dimiliki Persib menjadi kekuatan utama yang harus diwaspadai anak asuhnya. "Saya pikir Persib ada di puncak klasemen karena suatu alasan. Kualitas individu pemain mereka mungkin yang terbaik di Indonesia," ujarnya, Minggu (3/5).

Baca Juga: Optimisme Gelandang PSIM Jogja Donny Warmerdam Diuji di Tengah Dominasi Persib Bandung dan Angkernya GBLA


Meski demikian, pelatih asal Belanda ini menilai tekanan justru berada di kubu tuan rumah yang tengah memburu gelar. "Persib harus menang karena mereka mengejar gelar. Mungkin tekanan lebih besar ada pada mereka," lanjutnya.


Di sisi lain, perwakilan pemain PSIM Jogja Yusaku Yamadera menilai atmosfer GBLA akan menjadi tantangan tersendiri. Namun bukan alasan untuk menyerah. "Persib adalah salah satu klub terbesar di Indonesia. Ini akan jadi pertandingan yang sangat sulit dengan atmosfer luar biasa," katanya.


Meski PSIM di beberapa pertandingan terakhir meraih hasil minor, Yusaku mengungkapkan persiapan tim berjalan dengan baik dan optimal. "Kami melakukan persiapan yang baik dan akan mencoba mendapatkan tiga poin," lanjutnya.

Baca Juga: Krisis Gol dan Kemenangan PSIM Jogja Kian Nyata, Striker Justru Minim Kontribusi, Van Gastel: Kami Kesulitan di Sepertiga Akhir


Dari kubu tuan rumah, Pelatih Persib Bojan Hodak menolak anggapan laga ini akan berjalan mudah meski timnya diunggulkan secara statistik. PSIM adalah tim yang bagus dan sulit dikalahkan. "Bahkan ketika kalah, selisih golnya tidak besar," ujar Hodak.


Selain itu, ia juga menegaskan kondisi timnya sedang dalam kepercayaan diri tinggi usai kemenangan comeback atas Bhayangkara FC pekan lalu. "Atmosfer di dalam tim saat ini sangat bagus, terutama setelah performa kami di babak kedua pada pertandingan terakhir," tambahnya.


Bek Persib Federico Barba menekankan pentingnya menjaga fokus di fase akhir musim. Mengingat kompetisi menyisakan empat pertandingan dan Persib memburu gelar juara untuk kali ketiga secara beruntun. "Ini pertandingan penting dan kami harus menang," tegas Barba. (iza/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#maung bandung #Super League 2025/2026 #Laskar Mataram #persib bandung #PSIM Jogja