SLEMAN - Ribuan suporter PSS Sleman memadati Lapangan Pemda Sleman untuk nonton bareng (nobar) laga kontra PSIS Semarang, Minggu (3/5/2026) sore.
Meski hujan mengguyur sejak sebelum kick-off, antusiasme tidak surut.
Justru suasana semakin emosional ketika hasil akhir pertandingan memastikan Super Elja meraih kemenangan meyakinkan 3-0.
Kemenangan ini tidak sekadar tiga poin. Hasil itu mengunci posisi PSS sebagai juara Grup 2 (Timur) Pegadaian Championship 2025/2026 dengan koleksi 56 poin dari 27 pertandingan.
Baca Juga: PSS Sleman Resmi Naik Kasta ke Liga 1, Ini Tanggapan DPRD Sleman untuk Super Elja
Lebih dari itu, kemenangan atas tim berjuluk Mahesa Jenar juga memastikan langkah PSS promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, BRI Super League musim depan.
Di Lapangan Pemda Sleman kawasan Beran itu, euforia pecah seketika peluit panjang berbunyi.
Suporter yang sejak awal bertahan di bawah guyuran hujan langsung bersorak, bernyanyi, hingga saling berpelukan merayakan keberhasilan tim kebanggaan mereka kembali ke level tertinggi.
Dengan mengenakan jas hujan, membawa bendera, dan atribut khas PSS, para suporter menciptakan atmosfer yang hidup sepanjang pertandingan.
Chant-chant dukungan menggema tanpa henti, seolah menegaskan bahwa jarak dari stadion dan cuaca buruk bukan alasan untuk berhenti mendukung.
Dalam suasana penuh euforia itu, sejumlah suporter mengaku momen nobar kali ini terasa berbeda karena bertepatan dengan kepastian gelar juara grup dan promosi tim.
Salah seorang suporter PSS Dika Utama menyebut pengalaman ini sebagai momen emosional yang sulit dilupakan.
Menurutnya, kondisi hujan justru menambah kesan dramatis dalam perayaan tersebut.
"Hujan bukan masalah sama sekali. Justru jadi momen yang berkesan karena kami merayakan kemenangan dan promosi bersama-sama. Rasanya luar biasa," ujarnya.
Ia juga menyoroti tingginya antusiasme suporter yang tidak kebagian tiket pertandingan langsung di stadion.
"Tiket kan terbatas, tapi antusiasmenya besar sekali. Jadi nobar ini seperti jadi stadion kedua," lanjutnya.
Suporter lain, Rina Septiani menilai kebersamaan yang terbangun selama nobar memperkuat ikatan antarpendukung Laskar Sembada.
Menurutnya, momen kebersamaan dalam kondisi hujan justru mempertegas loyalitas suporter terhadap tim.
"Kami kehujanan bareng, nonton bareng, dan akhirnya merayakan bareng. Momen seperti ini bikin rasa memiliki terhadap PSS semakin kuat," katanya.
Rina juga menambahkan, kemenangan ini memiliki makna lebih karena memastikan langkah tim ke level tertinggi.
"Alhamdulillah PSS memastikan promosi. Jadi emosinya benar-benar terasa," sambungnya.
Ribuan suporter yang memadati Lapangan Pemda Sleman ini mayoritas merupakan mereka yang tidak mendapat tiket pertandingan langsung.
Sebelumnya, panitia telah menyediakan sekitar 16 ribu tiket untuk laga ini, namun tingginya animo membuat banyak pendukung harus mencari alternatif lain untuk tetap menyaksikan pertandingan.
Kondisi ini menunjukkan besarnya basis dukungan terhadap PSS Sleman. Nobar di tengah hujan pun berubah menjadi panggung perayaan kolektif.
Baca Juga: Kalahkan Persiku Kudus, Persipura Jayapura Akan Tantang Adhyaksa FC di Playoff Promosi
Menjadi simbol loyalitas sekaligus penanda kebangkitan Super Elja menuju kompetisi tertinggi sepak bola nasional musim depan.
Di tengah suasana yang masih dipenuhi nyanyian dan selebrasi, seorang suporter lain, Andi Irawan turut menegaskan, momen ini menjadi penantian panjang yang akhirnya terbayar.
"Ini yang ditunggu. Perjuangan panjang satu musim di Liga 2 akhirnya terbayar lunas. Saya siap dukung PSS di Liga 1 musim depan, apa pun tantangannya," tegasnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun