PSS Sleman Berpotensi Promosi ke Liga 1, HB X Soroti Pola Rekrutmen Pemain hingga Rivalitas dengan PSIM Jogja
Agung Dwi Prakoso• Kamis, 30 April 2026 | 20:53 WIB
Gubernur DIY Hamengku Buwono X. (Foto: Agung Dwi Prakoso/Radar Jogja)JOGJA - Gubernur DIY Hamengku Buwono X menyoroti potensi klub PSS Sleman kembali promosi ke Liga 1 pada musim 2026/2027. HB X pun memberikan beberapa catatan evaluasi sebelum klub kebanggaan masyarakat Sleman ini bisa satu grup dengan saudara se daerahnya, PSIM Jogja. "Ya, syukurlah (PSS Sleman promosi ke Liga 1), kita harus bergembira karena akan naik kelas," ujarnya saat ditemui di Kompleks Kepatihan Jogja, Kamis (30/4/2026). Ia pun mengingatkan kaitannya dengan konsistensi dari internal klub.
Salah satu aspek yang ia soroti adalah pola rekrutmen yang perlu melihat dari kualifikasi pemain yang akan direkrut. "(Pemain) Yang direkrut kelasnya jangan di bawah, tetapi harus di atasnya. Ya, memang bedo regane(beda harganya, Red) " bebernya. Ia kemudian mencontohkan pola rekrutmen yang dilakukan oleh PSSI, dalam hal ini Timnas. Menurutnya, Timnas selalu melakukan rekrutmen pemain dengan kualifikasi yang baik. Evaluasi pun akan dilakukan setelah melihat hasil pertandingan pada kejuaraan internasional.
"Baru, selesai kejuaraan dunia. Kalau menang dipertahankan pemainnya. Kalau kalah, harus cari yang (kemampuannya) lebih tinggi lagi. Itu sudah konsekuensi," tandasnya. Ia kemudian menyeletuk dengan candaan apabila rekrutmen pemain tidak dilakukan dengan melihat kualifikasi yang baik, maka sulit untuk mendapatkan kemenangan. "Ha nek kualifikasi yang maen aja di bawah, kok jaluk menang yo raiso. Kudune kipere 4," kelakarnya, sambil tertawa. Ia berharap, klub sepak bola yang ada di DIY, khususnya PSS Sleman bisa meniru pola rekrutmen Timnas Indonesia. Mereka aktif melakukan rekrutmen dan tidak berhenti untuk mencari yang terbaik.
"Jadi kaya PSSI itu tidak akan berhenti, melakukan rekrutmen (pemain) terus," jelasnya. Selain itu, ia juga mengingatkan kepada masyarakat dan para suporter kaitannya dengan potensi PSS bisa satu grup dengan PSIM Jogja. Dilihat dari sejarah, dua tim itu merupakan rival se-daerah. HB X mengingatkan agar rival yang terjadi bisa dilakukan secara sehat. "Rival tidak ada masalah untuk kompetisi. Asal sehat saja. Kompetisi itu bukan untuk berkelahi. Itu untuk permainan, untuk bisa makin kualitatif," tandasnya. (oso/laz)