JOGJA - Kabar mengejutkan datang dari PSIM Jogja.
Manajer tim PSIM Razzi Taruna secara mendadak mengumumkan perpisahannya dari klub melalui akun Instagram pribadinya.
Pengumuman itu diunggah sesaat setelah PSIM Jogja menjalani pertandingan melawan Persita Tangerang pada pekan ke-30 kompetisi BRI Super League 2025/2026, Kamis (30/4/2026) sore.
Keputusan ini terbilang mengejutkan, mengingat kompetisi masih menyisakan empat pertandingan penting di sisa musim.
Dalam pernyataan yang diunggah, Razzi mengungkapkan keputusannya diambil setelah melalui pertimbangan yang tidak mudah.
Baca Juga: 600 Personel Polisi Dikerahkan untuk Pengamanan Hari Buruh di Kebumen
Ia juga menyinggung perjalanan hampir tiga tahun bersama Laskar Mataram, yang diwarnai sejumlah pencapaian penting.
"Selama kurang lebih tiga tahun saya di sini, kita telah mencapai banyak momen bahagia bersama.
Mulai dari juara Liga 2, kembali promosi ke Liga 1 setelah 18 tahun penantian, dan sedikit lagi memastikan untuk bertahan di Super League di tahun pertama PSIM kembali di kasta tertinggi," tulis Razzi.
Razzi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen yang telah mendukungnya selama menjabat sebagai manajer tim.
Termasuk suporter, pemain, hingga manajemen klub.
"Teruntuk Brajamusti, The Maident, dan seluruh pecinta PSIM, terima kasih banyak atas segalanya selama saya berada di sini.
Kalian sungguh luar biasa. Saya mohon maaf apabila selama saya di sini masih ada kekurangan dan kesalahan yang saya perbuat," lanjutnya.
Ia menegaskan, selama ini dirinya selalu mengutamakan kepentingan klub, meskipun menyadari tidak semua berjalan sempurna.
"Percayalah, di atas semua ketidaksempurnaan itu, saya selalu perjuangkan mati-matian dan kedepankan PSIM di atas segalanya," tutur Razzi.
Selain itu, manajer kelahiran Jakarta itu turut mengungkapkan rasa terima kasih kepada sosok yang memberinya kepercayaan di awal kariernya di sepak bola profesional.
Yakni Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno.
"Saya ingin berterima kasih kepada Ibu Liana, yang merupakan orang pertama yang percaya kepada saya di saat usia saya masih 22 tahun.
Kepercayaan itu membuka pintu untuk saya bisa berkarya di dunia sepak bola," ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen internal klub yang pernah bekerja sama dengannya.
"Saya juga ingin berterima kasih kepada seluruh manajemen, pemain, pelatih, dan ofisial yang pernah bekerja sama dengan saya selama saya di PSIM.
Saya selalu mendoakan dan berharap kalian sukses di manapun berada," ungkapnya.
Dalam pesannya, Razzi turut menitipkan harapan besar terhadap masa depan PSIM Jogja, yang menurutnya telah memiliki fondasi kuat untuk berkembang lebih jauh.
"PSIM saat ini sudah jauh lebih baik dari sejak pertama saya datang dan sudah memiliki fondasi untuk lebih baik ke depannya," katanya.
Menutup pernyataannya, Razzi memberikan pesan emosional kepada seluruh elemen klub sekaligus menegaskan keputusan untuk mundur.
"Saya akan selalu mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk PSIM," bebernya.
Mundurnya Razzi di tengah kompetisi jelas menjadi tantangan baru bagi PSIM, yang masih harus menyelesaikan empat laga tersisa musim ini dalam upaya mengamankan posisi di klasemen.
Sayangnya, dalam laga melawan Persita Tangerang tersebut, Razzi juga tidak hadir ke stadion.
Dan tidak ada ungkapan perpisahan langsung yang diberikan kepada para suporter di stadion.
"Jangan pernah sekalipun mengkhianati PSIM.
Karena cinta mereka sangat besar dan mereka tidak akan pernah meninggalkan kebanggaannya.
Sekian dari saya, saya pamit undur diri," sebutnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun